Film Panraki Pa’Boya Boyangang, Rekam Perjuangan Nelayan Kodingareng Lawan Aktivitas Tambang Pasir Laut

Film Panraki Pa’Boya Boyangang, Rekam Perjuangan Nelayan Kodingareng Lawan Aktivitas Tambang Pasir Laut

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Ia kemudian menangkap ikan pada lokasi yang jauh dari Pulau Kodingareng dan mengeluarkan ongkos 2 kali lipat sebelum adanya tambang pasir. 

“Kalau kencang ombak tidak keluar lagi,” tukasnya. 

Dampak kerusakan sistem ekonomi wilayah tangkap nelayan sangat berdampak bagi nelayan. 

Fatimah, perwakilan perempuan Kodingareng, menyebut para nelayan selalu berakhir dengan membawa tangan kosong saat turun melaut. 

Nelayan tak mungkin dapat hasil tangkapan saat PT Boskalis menambang pasir di area wilayah tangkap nelayan. 

“Boskalis pergi membawa uang dan banyak sekali dampak yang dia berikan kepada kami. Kalau suami pulang tak bawa hasil maka pinjam lagi. Kami merasakan sampai saat ini. Boskalis telah melanggar hak-hak kami,” kata Fatimah. 

Kebutuhan anak sekolah, kata dia, tak bisa lagi dipenuhi selama pandemi karena tak ada pendapatan. Hak-hak mereka soal ruang hidup telah terampas. 

Siti Ebong menceritakan saat melakukan aksi pihaknya mendapat intervensi dari aparat Polairud yang merusak perahu nelayan. Padahal perahu tersebut belum lunas. 

“Saya pernah beberapa kali aksi untuk mempertahankan ruang hidup kami. Kalau kami tidak aksi maka tidak akan berhenti kapal penambang,” tuturnya. 

“Saya aksi 4 kali di laut dan 5 kali aksi di daratan. Saya tidak bisa lupakan penderitaan kami. Semoga panjang umur semua yang membantu kami,” sambungnya kemudian. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.