Film Panraki Pa’Boya Boyangang, Rekam Perjuangan Nelayan Kodingareng Lawan Aktivitas Tambang Pasir Laut

Film Panraki Pa’Boya Boyangang, Rekam Perjuangan Nelayan Kodingareng Lawan Aktivitas Tambang Pasir Laut

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Dampak dari tambang pasir laut, menyebabkan tiap tahun ombak semakin tinggi. Siti Ebong mengatakan laut adalah satu-satunya masa depan anak-anak nelayan. Masa depan itu telah terenggut dan butuh keterlibatan semua pihak untuk memulihkan seperti sedia kala. 

“Sudah 1 tahun Boskalis berhenti tapi dampaknya masih terasa sampai saat ini,” kata dia. 

Siti Ebong pun meminta pemerintah mencabut Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K). Menurutnya, hal itu hanya semakin memperparah penderitaan masyarakat Kodingareng. 

Fungsional PEDAL Ahli Muda DPLH Sulawesi Selatan Syafruddin Farid mengapresiasi film tersebut. Menurutnya, film tersebut menjadi alat edukasi soal dampak langsung aktivitas tampang pasir laut. 

Ia pun meminta masyarakat terus melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan. 

“DPLH Sulsel, apresiasi tentang film alat edukasi soal dampak langsung. Melakukan pengawasan, sampai tahap evaluasi,” ucapnya.

Terkait dengan tuntutan nelayan Kodingareng meminta mencabut RZWP-3-K, ia mengatakan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup bakal mengkaji hal tersebut. 

“Kami akan melakukan kajian soal tuntutan nelayan Kodingareng,” kata dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.