Kepercayaan hancur, dan semua harus diawasi. Kita pun lelah lahir dan batin.
Negara bukan hancur karena musuh dari luar,
tapi karena retaknya fondasi dari dalam: hilangnya amanah.
Jauh sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad SAW telah dijuluki Al-Amin yang terpercaya.
Bukan karena pencitraan, tapi karena integritas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika muda, beliau menjadi pedagang untuk Khadijah. Dalam perjalanan ke Syam, ia tidak hanya menjaga barang dagangan dengan jujur, tapi juga membawa keuntungan besar.
Namun sepulangnya, seluruh keuntungan diserahkan kepada Khadijah. Tak sepeser pun diambil melebihi upah yang disepakati.
- Disdikbud Jeneponto Turun ke SDN 14 Tamalatea, Pastikan Kronologi Dugaan Pemukulan Siswa yang Berujung Pengeroyokan Guru
- Diduga Dianiaya, Oknum Guru di Jeneponto Melapor ke Polisi, 3 Perempuan Terancam Pidana
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sejumlah Wilayah Sulselbar
- Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
Bayangkan jika semua pedagang seperti itu.
Tak ada penipuan. Tak ada kecurangan.
Ekonomi akan tumbuh dalam kejujuran.
Rantai distribusi bersih. Hidup jadi damai sejahtera.
Indonesia Hari Ini: Retaknya Amanah
Kita tidak kekurangan orang pintar.
Yang kurang adalah orang yang bisa dipercaya.
Pegawai yang bekerja hanya saat diawasi;
Begitu atasan pergi, pekerjaan ditinggal. Gaji tetap jalan, tapi kerja tak optimal. Ini bukan sekadar soal malas tapi soal hilangnya tanggung jawab.
Pejabat yang lupa siapa majikannya;
Saat kampanye, janji melayani rakyat. Tapi saat berkuasa, malah melayani diri sendiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
