Gawat! 1,6 Juta PNS Terancam Jika Hal Ini Tak Bisa Ditingkatkan, Tjahjo Kumolo: Lebih Baik Kerja di Rumah Saja Sampai Pensiun

Gawat! 1,6 Juta PNS Terancam Jika Hal Ini Tak Bisa Ditingkatkan, Tjahjo Kumolo: Lebih Baik Kerja di Rumah Saja Sampai Pensiun

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Belakangan beredar sebuah desas-desus bahwasanya tenaga administrasi di perkantoran pemerintah perlahan-lahan akan dikurangi.

Nah, para PNS yang masuk dalam kategori tenaga administrasi akan ditata dan sedikit demi sedikit dialihkan menjadi tenaga pendidikan.

Katanya, ke depannya menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB), Tjahjo Kumolo, ASN atau PNS yang bekerja di kantor hanya merupakan eselon 1 dan 2.

Itu artinya, berdasarkan catatan Kemen-PANRB, setidaknya kurang lebih 1,6 juta dari 4,08 juta PNS yang ada di Indonesia merupakan tenaga administrasi atau pelaksana kemungkinan hanya akan bekerja di rumah hingga pensiun.

“Nanti kalau tidak bisa kami tingkatkan profesionalitasnya, lebih baik kerja di rumah saja sampai pensiun,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, dikutip terkini.id dari Tribunnews pada Jumat, 24 Desember 2021.

Baca Juga

Tjahjo Kumolo mengungkapkan, ASN yang berada di kantor hanya eselon 1 dan 2. Mereka bertugas untuk memimpin dan mengorganisir percepatan perizinan dan pelayanan publik.

Menurut politisi PDIP itu, jumlah tenaga pelaksana yang besar tersebut tidak dapat langsung dipangkas oleh Pemerintah dengan memberikan pesangon karena jika dilakukan, maka akan membutuhkan anggaran yang besar.

“Nanti pak Sekjen Kementerian Keuangan akan pusing kalau seandainya 1,6 juta ASN itu harus dapat pesangon semuanya,” tandas Tjahjo.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara, saat ini terdapat 1,56 juta tenaga pelaksana. Angka tersebut sebanyak 38% dari total jumlah ASN 4,08 juta orang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.