Generasi Narkoba

Generasi Narkoba

HZ
Firdaus Muhammad
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

MALAM ke 23 ramadan 1440 Hijriyah, saya berkesempatan ceramah tarwih di Masjid Raya Makassar, berlanjut ceramah subuh.

Panitia memberikan tema, “Narkoba dan Dampaknya”. Tentu saja persoalan narkoba dilihat dalam perspektif Islam berikut dampaknya terhadap masa depan umat Islam, khususnya generasi muda. Narkoba menjadi ancaman serius, jika tidak dilawan, akan lahir generasi narkoba.

Tema ini membutuhkan pendekatan keagamaan dan persoalan sosial terkait narkoba, maka saya menghubungi salah seorang sahabat yang memiliki data update tentang narkoba.

Dia bekerja di instansi terkait penangan narkoba. Kaget. Data yang disodorkan, Sulsel yang 3 tahun sebelumnya urutan 12 nasional, kini sudah diperingkat 6 nasional. Bayangkan untuk 5 tahun ke depan.

Miris tapi itulah realitasnya. Sebelumnya, saya dapat dari dari Kepala BNN Sulsel, Brigjen Muh. Idris. Dalam data BNN, pada tahun 2015 Sulsel peringkat 9 nasional, kemudian meingkat pada tahun 2017 menjadi peringkat 7 nasional.

Sementara hasil penelitian tahun 2019 ini belum dirilis tapi kuat dugaan peringkatnya meningkat.

Ihwal pengguna, Brigjen Idris menengarai usia mulai 8 tahun atau usia SD. Kemudian anak sekolah berbagai tingkatan hingga perguruan tinggi. Peredarannya untyuk usia remaja tidak terkendali karena jejaringnya kuat.

Selain itu, pengguna narkoba mulai merambah pekerja keras semisal buruh. Sebelumnya kaum elite, ASN atau pejabat merupakan pemakai narkoba yang sejak awal teridentifikasi.

Faktor ekonomi dan gaya hidup menjadi penyebab utama. Pada saat bersamaan, nilai-nilai agama memudar, budaya lokal terabaikan lalu silau dengan budaya asing.

Massifnya pergerakan Bandar lintas Negara yang menjadikan Sulsel sebagai sasaran melalui jalur Nunukan Kalimantan ke Pare-pare Sulsel dan banyak jalur lainnya menurut BNN, tentunya menjadi bagian muslihat Negara prodesun menjajah dengan perang candu.

Masyarakat tidak boleh kalah. Saatnya kembali ke keluarga. Mendidik anak agar terhindar dari jeratan jejaring narkoba yang mengancam masa depannya.

Dalam hal ini spirit, al-umm al-madrasatul ula, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orang tua adalah guru yang diteladani sang anak. Keluarga kadang sibuk penuhi aspek ekonomi hingga anak-anaknya bermobil tapi nyatanya terpuruk dari segi moral.

Perhatian orang tua menjadi kuncinya. Mengajarkan anak-anaknya bekal agama sebagai benteng bergaul di tengah-tengah masyarakat yang mulai “sakit”. Selama sang anak mengaji Alquran, mengenal sunah nabi dan ajaran ulama. Menjaga shalat dan puasanya serta pandai dan selektif berteman, tentunya terhindar dari stigma generasi narkoba. Jagai anakta, selamatkan masa depannya. Masa depan generasi muda Islam. Insya Allah !

Firdaus Muhammad

Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Alauddin Makassar

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.