Zakat dan Mall

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

IBADAH zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan di bulan Ramadan. Zakat yang menjadi kewajiban berupa zakat fitrah. Selain zakat fitrah, juga dikenal zakat harta atau zakat mal, bukan “zakat mall” berbelanja sepuas hati di mall.

Kewajiban membayar zakat fitrah tersebut harus ditunaikan sepanjang Ramadan hingga menjelang khatib idul fitri naik mimbar.

Manakala diserahkan sesudah khotbah idul fitri, maka hukumnya bukan lagi zakat fitrah, tetapi sedekah. Setiap yang lalai menunaikan zakat fitrahnya di bulan Ramadan, tentunya digolongkan orang berdosa karena meninggalkan salah satu rukun Islam.

Diantara makna zakat fitrah adalah mensucikan diri sekaligus menumbuhkan jiwa sosial. Amil atau panitia zakat harus segera mendistribusikan zakat yang dikumpulkan untuk dibagikan kepada fakir miskin atau pihak lain yang disyariatkan agama.

Demikian halnya, zakat mal untuk mensucikan harta benda sesuai takaran yang diatur, bukan berdasarkan keinginan, tetapi berdasarkan ketentuan, mulai dari hitungan tahun hingga takarannya.

Di tengah-tengah umat Islam bergiat membayarkan zakatnya pada amil, pemandangan lain adalah suasana di pusat-pusat perbelanjaan atau mall. Tempat tersebut dipenuhi kaum ibu-ibu untuk berbelanja persiapan hari raya.

Namun kadang dorongan berbelanja yang tinggi menjadikannya konsumeris atau hedonis, sebuah perilaku yang bertentangan dengan spirit zakat.

Sejatinya, biaya untuk mempersiapkan lebaran cukup alakadarnya serta pakaian secukupnya sehingga dapat disisihkan untuk bersedekah kepada kaum dhufa, kaum yang tidak mampu.

Rasa kemanusiaan dan jiwa sosial sebagai spirit ibadah zakat perlu ditanamkan pada setiap keluarga muslim, termasuk untuk menunda kesenangan dengan berbelanja yang berlebihan. Tentunya, belum semua kalangan memiliki pemahaman yang cukup ihwal ibadah zakat, terutama zakat harta atau zakat mal, bukan “zakat mall” berbelanja di mall.

Dalam sirkulasi keuangan, beragam cara manusia mendapatkan harta kekayaan. Kadang berbisnis dengan cara halal, kadang subhat atau samar, juga acapkali ditempuh dengan berbagai cara yang diharamkan agama.

Pola bisnis dengan berbagai muslihatnya, kadangkala menggiring seseorang kepada jalan syaitan, berbohong, menimbang dengan curang serta cara lain yang merugikan konsumen.

Demikianhalnya, pegawai yang bekerja pada jalur pemerintahan, birokrasi yang bersentuhan dengan keuangan, godaan untuk memanipulasi atau membuat data fiktif cukup massif sehingga kadang sulit menghindarinya.

Fatalnya, jika berdalil bahwa hal itu telah menjadi sistem, pembenaran terhadap sebuah tindakan dosa. Hal ini memicu terjadinya tindakan korupsi.

Nabi menegaskan, seseorang yang bersedekah, berhaji dengan harta yang haram maka segala tindakannya itu ditolak, bukan mendapatkan pahala tetapi dicatat malaikat sebagai dosa.

Karenanya, budaya kosumerisme dengan berbelanja di mall seharusnya dikurangi dengan mengoptimalkan untuk berzakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal atau zakat harta untuk membersihakan diri, harta serta menumbuhkan jiwa sosial terhadap sesama manusia, terutama mereka yang tidak mampu.

Demikian diantara pesan penting dari ibadaha zakat yang perlu diaplikasikan dalam keseharian. Saatnya menahan diri berbelanja ria di mall, tapi fokus ibadah di  pertengahan hingga akhir Ramadan. Semoga !

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN