HMI Jeneponto Minta Direktur RSUD Latopas Segera ‘Diamputasi’, Ini Alasannya

HMI Jeneponto
Ketua Bidang PTKP HMI cabang Jeneponto, Mahmud Patopoi

Terkini.id, Jeneponto – Kabar tutupnya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto yang beredar di media sosial menjadi perbincangan hangat natizen. Hal itupun membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto angkat bicara.

Mahmud Patopoi selaku Ketua Bidang PTKP HMI cabang Jeneponto mengatakan kalau ini adalah penyakit lama yang sudah waktunya untuk ‘diamputasi’.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah, pihak legislatif dan penegak hukum Jeneponto untuk segera turun tangan dan mengamputasi pejabat Rumah Sakit yang banyak dikeluhkan masyarakat,” kata Mahmud Patopoi, Kamis, 9 Mei 2019.

Dia melanjutkan, RSUD Lanto Dg Pasewang sudah lama diduga banyak bermasalah, khususnya pelayanan dan ketersediaan obat.

“Perlu diketahui bahwa RSUD Lanto Dg Pasewang adalah rumah sakit yang selama ini dianggap punya banyak masalah termasuk ketersediaan obat yang sering habis serta pelayanan yang tidak maksimal,” ujarnya.

“Untuk itu kami mendesak Bupati Jeneponto untuk mengamputasi Direktur RSUD Latopas dan penegak hukum untuk segera mengambil tindakan demi masyarakat Jeneponto,” tegasnya.

Pengumuman viral terkait pelayanan RSUD Lanto Dg Pasewang

Sebelumnya, beredar pengumuman di media sosial Facebook dan WhatsApp yang mengatasnamakan dokter dan dokter gigi RS Lanto Dg Pasewang. Adapun pengumuman tersebut yakni sebagai berikut.

Pengumuman

Assalamu Alaikum, Selamat malam, dan Salam Sejahtera.

Dengan melihat kondisi RS Lanto dg Pasewang sehubungan dengan kekosongan obat dan alat kesehatan lainnya, maka kami para Dokter dan Dokter Gigi RS Lanto Dg Pasewang menilai bahwa RS sudah tidak layak dalam melayani pasien.

Maka demi tetap berlangsungnya pelayanan yang baik bagi pasien, Kami Dokter dan Dokter Gigi RS lanto dg. Pasewang memutuskan utk tidak melayani pasien mulai Hari Rabu, tgl 8 Mei 2019, sampai kondisi RS kembali normal.

Dalam hal ini, beberapa ketentuan tetap kami jalankan, antara lain:

  1. Pasien Rawat Jalan, tidak kami layani, dan dialihkan kembali ke Puskesmas dan Dokter Keluarga.
  2. Pasien Rawat darurat tetap kami layani, dengan ketentuan bahwa pasien tersebut memenuhi syarat dan kriteria Gawat Darurat. Pasien yg tdk memenuhi kriteria tersebut, terpaksa kami tolak. Sehubungan dgn tdk adanya pelayanan DPJP, maka pasien dgn kategori harus rawat inap, kami akan rujuk ke RS tetangga.
  3. Pasien yg sementara dalam perawatan, akan tetap kami layani sempai pasien masuk kategori dapat berobat jalan.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan ke seluruh masyarakat dan pihak terkait, agar maklum.

Terima kasih.

Berita Terkait
Komentar
Terkini