Terkini.id, Makassar – Pelaku dunia usaha menilai keputusan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak atau BBM sebagai tindakan yang tidak pro pengusaha.
Bahkan dinilai sebagai tindakan yang menghambat proses recovery perhotelan yang baru-baru ini mengalami keterpurukan sebagai dampak dari Covid-19 yang melumpuhkan hampir semua sektor usaha.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) yang juga sebagai General Manager Maxone Hotel & Resort Makassar M. Yusuf Sandy.
Sebagaimana diketahui bahwa baru-baru ini pemerintah telah memutuskan untuk menaikan harga BBM yang hingga saat ini masih menuai pro dan kontra dari masyarakat.
Dengan adanya kenaikan harga BBM ini, secara otomatis memaksa pelaku industri perhotelan untuk menyesuaikan harga jual sebagai akibat dari biaya oprasional yang juga mengalami kenaikan.
- Pertamina Pastikan Stok BBM Sulawesi Aman, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Isu Kenaikan Harga
- 50.000 Buruh Demo Hari Ini di Depan Istana Akan Suarakan 6 Tuntutan
- Jokowi Berharap Tahun 2024 Tak Ada Lagi Kemiskinan, Bachrum Achmadi: Pembodohan Publik!
- Polemik pernyataan Kombes Setyo, Poengky Indarty Buka Suara!
- Aksi Demonstrasi Kenaikan BBM Ditengah G20, Anthony Budiawan: Harusnya Pemerintah Berpikir..
Akibatnya, tingkat hunian perhotelan kembali mengalami penurunan karena kemampuan daya beli yang belum stabil.
“Ditambah lagi dengan kenaikan harga tiket pesawat dan bahan pokok lainnya yang ikut serta mengalami kenaikan,” kata M Yusuf, Kamis, 8 September 2022.
Sehingga, kata dia, masyarakat akan kembali sangat berhati-hati dengan skala prioritas untuk melakukan pembelanjaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
