Jenazah Covid-19 Membusuk, Pimpinan DPRD Sulsel Minta Pemkot Makassar Buat Pemakaman Sendiri

Terkini.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Darmawangsyah Muin angkat bicara terkait lambatnya penangan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar, hingga jenazah tersebut membusuk.

Menurutnya, kejadian tersebut seolah menyalahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel. Padahal Satgas Covid-19 Sulsel juga punya tugas mengurusi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit (RS) milik Pemprov. 

Olehnya itu, ia meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuat pemakaman Covid-19 tersendiri.

Baca Juga: Angka Covid-19 Turun Drastis, John Hopkins University Sebut Indonesia Terbaik

“Pemkot harusnya mulai berpikir untuk membuat pemakaman Covid-19 sendiri. Jadi pasien yang meninggal di RS Provinsi itu dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 milik Provinsi, begitu juga pasien yang meninggal di RS milik Makassar dimakamkan di pemakaman milik Makassar,” ungkap Darmawangsyah Muin, Kamis 29 Juli 2021.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel agar kejadian jenazah Covid-19 yang membusuk di RSUD Daya tidak menyalahkan pihak lain.

Baca Juga: RPG: Alasan Perubahan RPJMD Sulsel 2018-2023 Adalah Adanya Pandemi Covid-19

Ia juga meminta semua kabupaten/kota di Sulsel juga harus menyiapkan pemakaman umum khusus Covid-19.

“Kabupaten/kota juga harusnya menyiapkan kuburan sendiri agar tidak ada saling menyalahkan. Tapi tidak mengurangi koordinasi antara Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Rumah Sakit Daya Makassar dr Ardin Sani menjelaskan jenazah Covid-19 yang membusuk tersebut terjadi akibat keterlambatan Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel. 

Baca Juga: Target Pendapatan PAD Sulsel Turun Rp300 Miliar

Ardin menceritakan, pada Sabtu pekan lalu, ada tiga jenazah yang ditangani. Dua di antaranya adalah orang yang melakukan isolasi mandiri namun meninggal di rumahnya. 

Pihak RS Daya Makassar kemudian diberi tanggung jawab untuk melakukan pemulasaran jenazah. Setelah itu, jenasah tertahan 24 jam hingga mengeluarkan bau busuk.

“Seharusnya setelah melewati proses pemulasaran, jenazah segera dijemput untuk dimakamkan. Namun sayang, jenazah baru dijemput Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita,” kata dr Ardin, Selasa 27 Juli 2021.

dr Ardin mengatakan usai melakukan pemulasaraan jenasah pihaknya melapor ke Satgas Provinsi Sulsel. 

“Dijemputnya malam Selasa sekitar jam 1 (malam) di jemput dan ini sudah 24 jam di pemulasaran, akhirnya mayat sudah mengalami bau,” kata dia.

Ia berharap setelah pihak rumah sakit selesai melakukan pemulasaran cepat agar dilakukan proses penjemputan untuk penguburan secepatnya.

“Kami beberapa kali menghubungi media center Satgas Covid-19, namun kita disuruh bersabar. Karena disebutkan mereka sangat sibuk. Jenazah yang di RS Daya masuk dalam antrean 32 dari 52 jenazah yang ditangani,” kata Dr Ardin.

Dia berharap respons yang lebih cepat dari Satgas Covid-19 Provinsi untuk mengambil jenazah yang ingin dimakamkan di pekuburan Macanda, Kabupaten Gowa. 

“Jangan sampai terlalu lama di rumah sakit hingga kondisi jenazah sudah tidak baik,” tutupnya.

Bagikan