Terkini.id,Jakarta – Saat ini sedang ramai diperbincangkan mengenai kasus investasi bodong yang berkedok robit trading yang dinamakan Fahrenheit.
Dugaan investasi bodong Fahrenheit ini diduga menimbulkan kerugian mencapai Rp 5 triliun.
Di mana hal tersebut disampaikan oleh Gatot yang mengungkapkan bahwa ada dua laporan terhadap robot trading Fahrenheit. Laporan itu masing-masing diterima oleh Dittipideksus dan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber).
Namun Gatot menyebut laporan itu akan digabung menjadi satu, sehingga penyidikan kasusnya bakal dilakukan oleh Dittipideksus.
“Untuk Fahrenheit ada dua pelaporan, satu ke Dittipidsiber dan satu ke Dittipideksus,” tuturnya dikutip dari Detikcom. Minggu, 20 Maret 2022.
- Ingatkan Warga Pinrang Waspadai Investasi Bodong, OJK Sulampua: Itu Sama dengan Kospin
- OJK dan Diskominfo-SP Sulsel Ingatkan Bahaya Investasi Bodong
- Owner Turkish Coffee Korban CT4-F Tranding Lapor ke Polisi, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
- Buron 2 Bulan Pasangan Suami Istri Ditangkap di Enrekang, Terlibat Investasi Bodong
- Anaknya Terjerat Investasi Bodong, Ibu di Tuban Bersedia Jual Ginjalnya
Sementara itu, saat penyelidikan Polisi menangkap 3 pelaku kasus dugaan investasi bodong berkedok robot trading bernama Fahrenheit. Ketiga pelaku yang ditangkap memiliki peran yang berbeda. Mereka berinisial D, IL, dan DB.
“Kita baru saja melakukan tindakan kepolisian terkait dengan adanya laporan polisi, mungkin masyarakat sudah mendengar adanya robot trading Fahrenheit, Kami sudah mengamankan, ada 3 orang yang kita amankan terkait dengan pelaku-pelaku daripada robot trading tersebut,” kata.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan bahwa kasus investasi bodong Fahrenheit sudah naik ke tahap penyidikan. Ada 55 laporan yang diterima polisi dan lebih dari 100 orang mengadukan soal dugaan investasi bodong.
“LP-nya (laporannya), sudah ada 55 LP. Untuk pengadunya 100 orang lebih sudah ada,” kata Auliansyah.
Selain itu diketahui pula bahwa, Fahrenheit juga disebut-sebut sudah memiliki kantor operasional pertama di gedung New Soho Capital. FSP memiliki pimpinan dengan jabatan Chief Executive Officer (CEO) bernama Hendry Susanto. Aplikasi ini muncul di sekitar pertengahan 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
