Terkini, Jeneponto – Dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Jeneponto, berbagai pihak berkumpul untuk membahas rencana strategis pembangunan infrastruktur di Butta Turatea.
Pertemuan yang dipimipin oleh Pj Bupati, Junaedi Bakri itu berlangsung di ruang rapat Bupati, kantor Bupati Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu, 19 Juni 2024. dengan membahas agenda Jeneponto Menuju Simpul Kekuatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan.

Hadir, anggota Komisi 5 DPR RI, Kasubdit Cipta Karya Kementerian PUPR, Komang Raka Mahartana, yang juga merupakan anggota tim evaluasi Proyek Strategis Nasional, Direktur Utama Perseroda, Anggota DPRD Sulsel, Vonny Ameliani, Anggota DPRD Jeneponto dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jeneponto.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam arahannya menyampaikan, Kedepan Kabupaten Jeneponto diproyeksikan akan menjadi simpul kekuatan ekonomi dan perwujudan ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan.
“Namun untuk mencapai hal tersebut tentu Infrastruktur yang memadai di Jeneponto sangat diperlukan. Salah satu yang menjadi prioritas utama yakni pembangunan pasar representatif yang diharapkan menjadi episentrum perekonomian. Pasar ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Junaedi Bakri.

- Ribuan Penonton Padati Lapangan, Adu Penalti Semifinal Bupati Cup I Jeneponto Ditunda
- Halal Bi Halal IKA Teknik Arsitektur UNHAS 2026: Silaturahmi, Olahraga, dan Kolaborasi dalam Satu Ruang
- Audisi Offline D'Academy 8 Hadir di Sulsel, Bidik Talenta Dangdut Muda
- Tim Renang Artistik Sulsel Segera Berangkat ke China Tanpa Dukungan Pendanaan KONI
- Kawal Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Catat Pertumbuhan 40 Persen Penyaluran di Indonesia Timur
Selain pembangunan pasar yang menjadi prioritas utama, untuk menjaga ketahanan pangan, Jeneponto butuh peningkatan kapasitas air pertanian.
“Penyediaan air sangat dibutuhkan mengingat Kabupaten Jeneponto ini sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani,” kata Junaedi Bakri.
Sementara, Kepala Bappeda Jeneponto, Alfian Syam mengemukakan, jika kedepan Jeneponto diharapkan menjadi penyangga ekonomi regional.

“Tentunya kawasan permukiman padat di daerah ini masih memerlukan intervensi serius dari pemerintah. Dari sisi kemampuan fiskal, Jeneponto sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Hal ini menyebabkan optimalisasi pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik belum maksimal, termasuk penyediaan air,” terang Alfian.
Lebih lanjut Alfian menyampaikan, perhatian dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mewujudkan Jeneponto menjadi simpul kekuatan ekonomi dan ketahanan pangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
