Terkini.id, Makassar – Harga beras di Kota Makassar telah mengalami peningkatan yang signifikan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Alamsyah Sahabuddin, menyoroti lonjakan harga ini sebagai hasil dari belum masuknya musim panen di Sulawesi Selatan.
Alamsyah menyampaikan bahwa operasi pasar telah dilakukan oleh pihaknya untuk menanggapi kenaikan harga bahan pangan di Kota Makassar.
“Penyebabnya belum masuk bulan panen. Diperkirakan awal bulan Maret nanti (panen),” ujar Alamsyah, Selasa, 27 Feberuari 2024.
Meskipun harga beras mengalami kenaikan, Alamsyah menegaskan bahwa ketersediaan stok beras di Kota Makassar saat ini masih aman hingga bulan Ramadhan.
“Memang sekarang ada peningkatan harga, tetapi yang jauh juga lebih penting sebenarnya adalah ketersediaan. Insya Allah sampai memasuki bulan Ramadan (Stok beras) kita siap,” ungkapnya.
- Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
- Sompo Indonesia Catat Kinerja Keuangan Kuat pada 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
Dia juga memastikan bahwa ketersediaan beras di gudang tetap aman. Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Makassar, Karmila Hasmin Marunta, mengonfirmasi bahwa stok beras medium SPHP aman hingga tiga bulan ke depan.
“Jadi kami kalau premium tidak bisa stok terlalu banyak. Tapi kalau untuk medium, kami punya stok 9600 ton,” ujarnya.
Dengan stok sebanyak itu, Marunta menyatakan bahwa Bulog siap untuk meng-cover kebutuhan masyarakat Kota Makassar selama bulan Ramadhan. Meskipun harga beras mengalami kenaikan, ketersediaan stok yang cukup diharapkan dapat membantu dalam menjaga stabilitas pasokan beras di tengah lonjakan harga yang terjadi.
Adapun harga beras di beberapa pasar tradisional, anatara lain, di Pasar Kalimbu atau Kerung-Kerung, misalnya, harga beras mengalami kenaikan signifikan. Untuk beras kualitas bawah, harganya mencapai Rp13.000 per kilogram, sementara untuk kualitas medium naik menjadi Rp15.000 per kilogram, dan kualitas super mencapai Rp17.000 per kilogram.
Pasar Kampung Baru juga tidak luput dari lonjakan harga. Di sana, harga beras kualitas bawah mencapai Rp12.000 per kilogram, kualitas medium seharga Rp12.500 per kilogram, dan kualitas super Rp13.000 per kilogram.
Sementara di Pasar Maricaya, harga beras juga terus merangkak naik. Untuk kualitas bawah, harga mencapai Rp14.000 per kilogram, sedangkan kualitas medium dan super keduanya dijual seharga Rp15.000 per kilogram.
Pasar Panakukkang juga tidak ketinggalan dengan lonjakan harga beras. Harga beras kualitas bawah di pasar tersebut mencapai Rp13.000 per kilogram, sedangkan untuk kualitas medium dan super berturut-turut seharga Rp14.400 dan Rp15.200 per kilogram.
Pasar Sambung Jawa juga menunjukkan adanya kenaikan harga beras. Beras kualitas bawah naik sebesar 7,69% menjadi Rp13.000 per kilogram, sementara untuk beras kualitas medium mengalami kenaikan sebesar 10,00% menjadi Rp15.000 per kilogram. Selain itu, harga beras kualitas super juga mengalami kenaikan sebesar 9,38% menjadi Rp16.000 per kilogram.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
