Terkini.id, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendalami dugaan adanya gas air mata kedaluwarsa di tragedi Kanjuruhan, Senin 10 Oktober 2022.
Berdasarkan penyelidikan Komnas HAM, didapati keanehan pada kondisi jenazah korban tragedi Kanjuruhan yaitu wajah membiru diduga dampak dari gas air mata.
“Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru. Jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen karena juga gas air mata,” sebut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan pada Senin 10 Oktober 2022.
Selain muka membiru pada korban, menurut Anam ditemukan juga mata merah hingga mengeluarkan busa dari korban yang disebut ada lebih dari 130 orang tewas dalam insiden Kanjuruhan.
“Jadi teman-teman khususnya keluarga, Aremania, maupun relawan, yang menangani jenazah, memberikan informasi terkait hal tersebut. Wajahnya biru, banyak yang wajahnya biru, mata merah, keluar busa dan sebagainya,” ucap Anam.
Dari temuan tersebut, Anam mengatakan diperlukan pendalaman dari dugaan adanya gas air mata kedaluwarsa dalam tragedi Kanjuruhan.
“Soal kedaluwarsa itu, informasinya memang kita dapatkan. Tapi memang perlu pendalaman,” ungkap Anam.
Anam menyebut pemicu utama tewasnya 130 orang lebih berasal dari penembakan gas air mata hingga membuat para supporter berdesak-desakan.
“Pemicu utama adalah memang gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Sehingga banyak suporter atau Aremania yang turun berebut untuk masuk pintu keluar,” ujarnya.
“Berdesak-desakan, dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas, dan sebagainya,” sambungnya.
Dia juga mengakui ada pintu yang terbuka saat tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Namun, pintu tersebut hanyalah pintu kecil.
“Pintu yang terbuka juga pintu kecil. Sehingga berhimpit-himpitan kayak gitu lah yang sepanjang hari ini, yang menyebabkan kematian,” terangnya dikutip dari suaracom jejaring terkini.id.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
