Terkini, Makassar — Usai cuti kampanye Pilkada, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, kembali ke kursinya dengan satu agenda penting: evaluasi besar-besaran terhadap eselon II Pemkot Makassar.
Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah akhir Danny sebelum masa jabatannya habis. Fokus utamanya adalah kinerja kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap belum maksimal, terutama dalam menjalankan program strategis kota.
“Evaluasi pasti ada, kita lihat perkembangannya,” ujar Danny pada Senin, 25 November 2024.
Dia berjanji akan menyurati pemerintah pusat untuk mendapatkan izin, meski tidak yakin apakah langkahnya akan sepenuhnya didukung.
“Kalau saya tidak diperkenankan, tidak apa-apa. Kalau memang tidak suka Makassar ini maju, saya terima. Tapi tanggung jawab saya harus selesai,” lanjutnya dengan nada tegas.
- LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja Sabtu 20 Juni
- Tinjau Lokasi Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Kawal Langsung Pemulihan 19 KK Terdampak
- Disdik Makassar Umumkan Hasil SPMB Jalur Non-Domisili, Jalur Domisili Dibuka 22 Juni
- Wujudkan Rumah, Kendaraan dan Liburan Impian di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
- Kinerja Solid PJM Wilayah 2: Laba Bersih Tembus 206 Persen dari Target di Tengah Tantangan Global
Tidak hanya para kepala OPD, tujuh posisi pejabat yang hingga kini masih kosong juga menjadi sorotan. Danny mengisyaratkan bahwa nama-nama yang telah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengisi kekosongan itu akan dievaluasi kembali.
“Yang sudah saya usulkan akan saya evaluasi lagi,” katanya.
Dengan nada yang sama, Danny memperingatkan bahwa OPD yang gagal menjalankan program strategis terancam akan dimutasi.
“Yang tidak bisa menjalankan program, apapun alasannya, pasti saya ganti,” tegas wali kota dua periode ini.
Makassar yang Terbengkalai
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
