Laporan Kasus Penikaman Belum Ditanggapi Polsek, LK FBS UNM Datangi Polda Sulsel

Laporan Kasus Penikaman Belum Ditanggapi Polsek, LK FBS UNM Datangi Polda Sulsel

Terkini.id,Makassar – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan sikap kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan guna menindaklanjuti kasus penikaman mahasiswa FBS UNM di Polda Makassar. Pernyataan sikap mereka ini disampaikan pada Kamis, 14 Oktober 2019 kemarin.

Pernyataan sikap dari Lembaga Kemahasiswa FBS UNM ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasus penikaman dua mahasiswa FBS UNM pada Senin 21 Oktober 2019 lalu, mengingat laporan yang dibuat kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate tidak menuai tanggapan apapun.

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM, Resky Setiawan Gasmin, menerangkan bahwa kasus yang tak kunjung selesai ini mendorong LK FBS UNM melakukan pernyataan sikap langsung ke Polda Sulsel.

“Teman-teman Lembaga Kemahasiswaan mengambil sikap langsung mendatangi Polda karena tidak ada tanggapan dari Polsek Tamalate. Sudah hampir mi satu bulan ini kasus tapi ditunda-tunda, katanya masih mengusut terus,” jelas Rezky.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan tidak adanya tindaklanjut dari Polsek Tamalate tertkait kasus penikaman tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar.

“Mereka mengkhawatirkan jika terdapat sangkut paut antara kepolisian dan pihak birokrasi yang dalam artian pihak birokrasi melindungi oknum pelaku. Maka dari itu tidak ada tindaklanjut dari pihak kepolisian sampai saat ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika tak ada penyelesaian dari pihak kepolisian dalam waktu dekat, maka Lemabaga Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra akan melakukan aksi lanjutan.

“Jika tidak ada tanggapan dari pihak kepolisian, maka teman-teman dari Lemabaga Kemahasiswaan akan turun aksi untuk itu di depan Polda,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Polsek Tamalate, Abdurrahman, menjelaskan bahwa identitas pelaku sudah dikantongi pihak kepolisian.

“Surat penangkapannya sudah ada, cuman pelakunya ini memang liar. Dia masuk kampus, dan keluar kampus dengan pakaian yang berbeda sehingga mempersulit penangkapan,” ungkapnya.

Berita Terkait