Makassar Terkini
Masuk

LPSK Ungkap Putri Candrawathi Memiliki Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa

Terkini.id, Jakarta – Susilaningtyas selaku Wakil Ketua LPSK mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan medis psikiatri dan psikologis, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) mempunyai tanda bahwa ia menderita kesehatan jiwa.

Pemeriksaan medis psikiatri dan psikologis Putri Candrawathi dilakukan pada Selasa 9 Agustus 2022.

Oleh karena itu, Putri Candrawathi dinilai tidak bisa mengikuti proses pemeriksaan terkait kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh suaminya, Irjen Ferdy Sambo.

Selanjutnya, Putri Candrawathi juga tidak memenuhi kriteria bahwa ia merupakan korban pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan.

Akibat kondisi kejiwaannya itu, Putri tidak dapat menjelaskan soal tempus dan locus kasus pembunuhan Brigadir J.

“Dari hasil pemeriksaan dan observasi, didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa,” ujar Susilaningtyas, dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa 16 Agustus 2022.

“Teridentifikasi memiliki masalah psikologis yang belum dapat dikaitkan sebagai terduga korban kekerasan seksual dan terduga saksi percobaan pembunuhan,” lanjut Susilaningtyas.

Lebih lanjut lagi, Susilaningtyas menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan risiko bahaya yang diasumsikan sebagai ancaman dari pelaku kekerasan seksual yang sudah tewas.

Saat ini kondisi Putri Candrawathi lebih berbahaya terhadap sendiri akibat PTSD, depresi dan kecemasan dampak pemberitaan dan penekanan yang diperoleh dari proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J.

“Serta ditemukan potensi risiko bahaya dari pihak lain yaitu situasi yang mengandung kekerasan sekunder dari tayangan media dan/atau pihak-pihak yang memberikan tekanan selama proses hukum berjalan,” kata Susilaningtyas.

LPSK meminta kepada Polri untuk memfasilitasi Putri Candrawathi kepada Pusdokkes Polri agar dirinya dapat di rehabilitasi medis alias psikiatri.

Jika kondisi mental Putri Candrawathi bisa membaik maka ia dapat berpartisipasi dalam proses hukum yang sedang berjalan.

“Dan dapat memberi keterangan dalam proses hukum terkait yang tengah disidik oleh Bareskrim,” tutur Susilaningtyas.

Sebagai informasi, pada Senin 15 Agustus 2022, Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi.

“Menolak atau menghentikan penelaahan terhadap Ibu P ini, karena memang tidak bisa diberikan perlindungan,” ucap Hasto Atmojo Suroyo dalam jumpa wartawan, dikutip dari antaranews.com, Selasa 16 Agustus 2022.

Pemberhentian dan penolakan perlindungan kepada Putri Candrawathi disebabkan oleh tidak ditemukan bukti bahwa ia mengalami pelecehan seksual.

Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dinyatakan oleh Tim Khusus Polri pada Jumat 12 Agustus 2022.

Polri telah memutuskan untuk memberhentikan penyidikan perkara kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, mengatakan ada dua laporan yang diberhentikan proses penyidikannya.

Dua laporan yang diberhentikan yakni dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada Eliezer oleh Brigadir J dan dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

“Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat jumpa wartawan, dikutip dari detikcom, Selasa 16 Agustus 2022.

“Bukan merupakan peristiwa pidana, sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa saat ini juga Bareskrim menangani LP terkait dugaan pembunuhan berencana dengan korban almarhum Brigadir J. Oleh karena itu, berdasarkan hasil gelar tadi, saya sampaikan perkara ini dihentikan penanganannya,” pungkas Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Hingga berita ini diturunkan belum ditemukan tanggapan pengacara Putri Candrawathi soal hasil pemeriksaan LPSK.