Operasi Patuh, Kapolda Sulsel Perintahkan untuk Tidak Pungli

Penyematan pita kepada perwakilan dari polisi, TNI, dan Dishub sebagai tanda dimulainya operasi patuh 2019

Terkini.id,Jeneponto – Polres Jeneponto memulai Operasi Patuh  2019 dengan melakukan Apel gelar pasukan operasi patuh dengan melibatkan, personel TNI, Polri, Satpol-PP dan Perhubungan, di lapangan upacara Mapolres Jeneponto, jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto,Kamis, 29 Agustus 2019.

Apel gelar pasukan operasi patuh yang dipimpin langsung Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, dihadiri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Wakil Bupati Paris Yasir, Dandim 1425 Letkol Inf Irfan Amir,Kejari Ramadyagus.

Pada Apel gelar pasukan operasi patuh itu ditandai dengan menyematan pita kepada perwakilan dari polisi, TNI, dan Dishub sebagai tanda dimulainya operasi.

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, membacakan amanat dari Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Hamidin.

Amanat Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, menyampaikan, operasi patuh 2019 dilaksanakan di seluruh Indonesia yang  diharapkan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas. Kemudian meningkatkan kualitas dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

” keempat  hal di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polri sendiri melainkan perlu sinergitas antar pemangku kepentingan yang  menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak,” jelas amanat Kapolda Sulsel yang dibacakan AKBP Hery Susanto.

Irjen Pol Hamidin dalam amanatnya, mengatakan, pelaksanaan operasi patuh dilaksanakan dengan dasar rencana umum nasional keselamatan melalui 5 pilar dan program nawacita Presiden RI yang  dijabarkan dengan 11 program prioritas Kapolri.

“Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan, memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas dalam konteks ini lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas dalam keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, dalam amanat Polda Sulsel, Kapolda menekankan untuk lebih fokus pada  tiga jenis pelanggaran, yakni, Tidak menggunakan helm standar, pengendara di bawah umur dan pengendara yang melawan arus dan menegaskan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Hal itu untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan Kamseltibcarlantas, dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat ke Polri, saya tegaskan untuk tidak melakukan pungutan liar, supaya Polri tetap dipercaya oleh masyarakat,” tegas Kapolda Sulsel dalam amanatnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini