Makassar Terkini
Masuk

Mahfud MD: Ferdy Sambo Punya Kerajaan di Polri, Sangat Berkuasa

Terkini.id, Jakarta – Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut tersangka kasus kematian Brigadir J yakni Irjen Pol Ferdy Sambo mempunyai kerajaan sendiri di internal Kepolisian Republik Indonesia.

Mahfud MD pun menyebut kerajaan Ferdy Sambo itu sangat berkuasa di tubuh Polri. Hal itulah menurutnya yang menghambat pengungkapan kasus kematian Brigadir J.

Hal itu disampaikan Mahfud MD saat tampil di Podcast Akbar Faizal Uncensored, seperti dilihat Terkini.id pada Kamis 18 Agustus 2022.

Dilihat dari video berjudul ‘HUT RI Ke-77, Merdeka Dari Kepalsuan: Mahfud MD Obrak-Abrik Basa-Basi Perangkat Kekuasaan Presiden’ itu, tampak awalnya Akbar Faizal menyinggung soal kasus kematian Brigadir J.

Akbar Faizal kepada Mahfud MD bertanya apakah kasus tersebut di internal Polri termasuk kategori tidak terselesaikan atau akan diselesaikan.

“Pada kasus ini di Polri apakah termasuk kategori tidak terselesaikan?,” tanya Akbar Faizal ke Mahfud MD.

Mahfud pun menyebut kasus Brigadir J itu mendapat sejumlah hambatan di dalam Polri secara struktural jabatan.

“Kalau ini tidak antar institusi tetapi di dalamnya sendiri ada masalah. Yang jelas, hambatan-hambatan di dalam secara struktural tidak bisa dipungkiri,” kata Mahfud.

Ia pun menyebut, hambatan secara struktural itu datang dari kelompok Ferdy Sambo. Menurut Mahfud, Sambo punya kerajaan sendiri di internal Polri yang sangat berkuasa.

Kerajaan Ferdy Sambo itulah, kata Mahfud, yang menghalang-halangi pengungkapan fakta terkait kasus kematian Brigadir J itu.

“Nih ada kelompok Sambo sendiri yang seperti kerajaan Polri sendiri di dalamnya, sangat berkuasa. Ini yang menghalang-halangi sebenarnya,” ungkapnya.

Menurut Mahfud MD, kerajaan Ferdy Sambo di internal Polri tersebut berjumlah 31 orang dan sekarang semuanya sudah ditahan.

“Kelompok ini yang jumlahnya 31 orang, yang sekarang sudah ditahan seperti yang disampaikan Polri. Ini harus diselesaikan,” ujarnya.