Masuk

Martin Lukas: Saya Masih Berharap FS dan PC Segera Bertaubat

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kuasa Hukum keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Martin Lukas Simanjuntak, mengungkapkan harapannya kepada tersangka pembunuhan berencana terhadap kliennya yakni Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Martin Lukas Simanjuntak berharap Ferdy Sambo dan instrinya Putri Candrawathi untuk segera bertaubat dan mengakui kesalahannya.

Selain berharap tersangka bertaubat dan mengakui kesalahan, dia juga berharap agar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk segera meminta maaf kepada keluarga Brigadir J atas pembunuhan terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Pleidoi Putri Candrawathi Ditolak, Jaksa: PC Didukung Tim Penasehat Hukum Untuk Tetap Tidak Berkata Jujur

“Saya masih memiliki harapan bahwa para tersangka termaksud Bapak Ferdy Sambo dan Bu Putri Chandrawati (istri Ferdy Sambo) mau segera bertobat, mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada keluarga korban,” kata kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, dikutip dari laman Detik.com, Senin 22 Agustus 2022.

Tak hanya itu dia juga berharap tersangka memberikan keterangan sejujur-jujurnya tanpa adanya rekayasa dan kebohongan dalam kasus kematian Brigadir J.

“Dan memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya tanpa ada lagi kebohongan dan rekayasa, agar dapat terhindar dari ancaman Pidana maksimal sebagaimana yang dirumuskan pada pasal 340 Kitab undang-undang Hukum Pidana,” katanya.

Baca Juga: Jaksa Akui Dilema Tuntut Richard Eliezer 12 Tahun Penjara

Menurut Martin, tindakan itu membuktikan Sambo bukan hanya merencanakan pembunuhan. Tapi juga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

“Tersangka Ferdy Sambo selain merencanakan dan menyuruh melakukan pembunuhan terhadap Almarhum Brigadir J. Tersangka Ferdy Sambo juga ikut sebagai pelaku penembakan,” katanya.

Tim kuasa hukum Brigadir J mengaku, sejak awal curiga bahwa Sambo memang terlibat langsung. Dia tidak yakin jika ajudan saling tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Sesuai analisa kami, jika ada ajudan yang berani menembak sesama ajudan lainnya dan peristiwa penembakan dan atau pembunuhan terjadi di rumah pimpinan ajudan tersebut, hampir mustahil jika tidak atas seizin pimpinan,” katanya.

Baca Juga: Farhat Abbas: Keluarga Yosua Harus Maafkan Ferdy Sambo, Anggap Saja Kematian Anaknya Sebagai Penebus Dosa

Martin berharap, ada bukti lain, selain pernyataan dari tersangka Bharada Richard Eliezer yang membuktikan bahwa Ferdy menembak dua kali. Salah satu bukti yang diharapkan oleh Martin adalah rekaman CCTV yang baru ditemukan oleh Polri.

“Tentunya temuan CCTV tersebut dapat memudahkan untuk mempersesuaikan dengan keterangan yang disampaikan oleh Tersangka Richard Eliezer bahwa ada dua kali tembakan yang dilakukan oleh tersangka Ferdy Sambo,” katanya.

Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap Irjen Ferdy Sambo dua kali menembak Brigadir Yosua Hutabarat, atau Brigadir J. 

Sehingga, Pengacara Brigadir J meminta agar Ferdy Sambo mengakui tindakan itu secara langsung dan meminta maaf.