Terkini.id, Jakarta – Wacana penundaan Pemilu yang semakin keras ditolak masyarakat kini memasuki babak baru. Laskar Ganjar-Puan (LGP) meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencopot para menteri yang menyuarakan hal tersebut.
Mereka menilai suara Luhut Binsar Pandjaitan dan rekan-rekan pendukungnya telah membuat gaduh suasana menjelang dimulainya Pemilu 2024.
“Pernyataan soal penundaan Pemilu 2024 yang bertentangan dengan konstitusi. Ini akan membuat suhu politik semakin memanas. Menteri yang membuat isu-isu demikian perlu di-reshuffle. Kalau tidak, bisa jadi Pak Jokowi mengalami turbulensi politik di tahun ini,” kata Ketua Dewaan Pembina LGP, Mochtar Mohamad dilansir dari laman Tempo pada Kamis, 14 April 2022.
Diketahui sebelumnya bahwa Luhut Binsar Pandjaitan merupakan bagian dari petinggi negara yang paling vokal menyuarakan wacana penundaan Pemilu 2024.
Bahkan dia mengklaim memiliki analisa Big Data yang menyebutkan bahwa mayoritas warganet Indonesia sepakat jika pemilu ditunda.
- Pemerintah Sudah Larang Ekspor Bauksit, Sebentar Lagi Tembaga dan Timah
- Pelaku Ekspor Ilegal Nikel 5 Juta Ton Akhirnya Diungkap Luhut Panjaitan, Bukan dari Sulawesi
- Suasana Ruang Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar Mendadak Riuh
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Luhut Binsar Pandjaitan Angkat Bicara Soal Pencabutan PPKM
Kendati demikian, Luhut enggan mempublikasikan lebih lanjut soal data tersebut.
Isu soal penolakan big data ini semakin mencuat usai Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Universitas Indonesia (UI) pada Selasa, sekitar pukul 11.00 untuk mengisi kuliah di Balai Sidang UI.
Di luar gedung, mahasiswa dari BEM UI menggelar demonstrasi dengan membentangkan spanduk dan berorasi. Mereka menyindir Luhut dengan Big Data yang selalu dilontarkan tentang penundaan Pemilu 2024.
Perwakilan mahasiswa kemudian mempertanyakan soal big data yang Luhut klaim sebelumnya. “Permasalah kita di big data, silakan buka big datanya apakah ada,” kata mahasiswa.
Namun Luhut menolak menanggapi pertanyaan itu.
Para mahasiswa pun semakin mencecar Luhut. Namun perbincangan itu sempat membuat Luhut marah karena mahasiswa menyebutnya bersikap otoriter.
“Dengerin kamu anak muda, kamu gak berhak juga nuntut saya. Karena saya juga punya hak untuk tidak memberitahu,” kata Luhut.
Menanggapi hal ini, warganet mendukung suara LGP yang meminta Jokowi untuk segera mencopot jabatan Luhut BInsar Panjaitan.
“Jika Jokowi tidak punya nyali pecat Luhut, jelas sudah mereka berdua bersekongkol” tulis akun
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
