Mengingat Kelahiran Rasulullah SAW

Mengingat Kelahiran Rasulullah SAW

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi

Rasulullah SAW sebagai “rahmah” (kasih sayang) terefleksi dalam perjuangan beliau yang tak mengenal lelah dalam menyampaikan petunjuk hidup.

Beliau bahkan rela menghadapi tantangan, siksaan, bahkan upaya pembunuhan demi perjuangan untuk keselamatan manusia dunia-akhirat. Perjuangan untuk keselamatan (salvation) itu ada pada satu kata: hidayah.

Rasulullah yang dikenal sebagai “rahmah bagi seluruh semesta“ secara mendasar salah satunya dapat dimaknai sebagai jalan hidayah bagi seluruh alam semesta.

Rasulullah itu adalah pembawa petunjuk Allah ke seluruh alam. Hidayah yang dibawa beliau adalah bentuk kerahmatan yang nyata. Dengan hidayah itulah pintu-pintu rahmah terbuka luas.

Baca Juga

Tanpa hidayah tidak mungkin kerahmatan Allah akan diperoleh oleh siapa pun. Dan rahmah terbesar adalah selamat dari api neraka dan masuk ke dalam syurgaNya Allah.

Seperti yang disebutkan terdahulu hidayah Allah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Baik pada tataran personal (individu) maupun pada tataran sosial (kolektif).

Dan pastinya juga mencakup semua sisi kehidupan; fisikal-material, intelektual-pemikiran, dan kerohaniaan (spiritualitas).

Pada catatan kali ini saya akan mengelaborasi singkat bagaimana hidayah menuntun manusia dalam kehidupan kolektifnya.

Bahwa Rasulullah telah diutus untuk melakukan transformasi kehidupan publik manusia. Dan dengan hidayah itu Rasulullah membentuk (design) Komunitas yang istimewa dan terbaik (khaer Ummah).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.