Terkini.id, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan, pihaknya mendapat temuan fakta baru terkait jumlah orang yang meninggal dunia di kerangkeng manusia rumah eks Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin.
Fakta kedua, ada dugaan keterlibatan oknum TNI AD dalam kasus kerangkeng manusia di situ.
“Ada oknum TNI yang terlibat dalam kasus kerangkeng manusia ini,” ujar Anam dikutip dari laman Antara pada Rabu, 2 Maret 2022.
Untuk memudahkan penyelidikan, Komnas HAM kini meminta bantuan kepada Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) untuk membantu mendalami penyelidikan keterlibatan oknum TNI tersebut.
Komnas HAM, kata Anam, juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk mengungkap kasus kerangkeng manusia.
- Keluarga Korban Kerangkeng Manusia Tidak Berani Memberi Kesaksian Negatif, LPSK: Bupati Langkat Punya Kemampuan Kontrol Sosial
- Bak Telan Pil Pahit! Usai Ditangkap KPK Hingga Dinonaktifkan dari Jabatannya, Kini Bupati Langkat Sumut Dijerat Pasal Berlapis!
- Tersangka Penganiayaan Kerangkeng Manusia Tidak Dipenjarakan, Edwin Partogi: Padahal Perbuatan Mereka Telah membuat Luka, Trauma dan Kematian
- LPSK: Tersangka Pukul Jari Kaki Korban Kerangkeng Manusia Hingga Putus, Warganet: Bupati Langkat Adalah Bupati Laknat!
- Baru! Komnas HAM Rilis Temuan Fakta Perbudakan Kejam di Langkat, Warganet: Hukum dan Usut Habis Semua yang Terlibat!
Anam menyebut pihaknya saat ini telah mengantongi bukti baru yang dinilai ganjal. Yakni berupa rekaman video yang memperlihatkan empat orang berada di dalam kerangkeng.
Dari video itu, Komnas HAM mendapatkan informasi terkait jumlah orang di dalam kerangkeng saat masih diisi manusia. Menurut salah satu penghuni kerangkeng dalam video itu, Faisal, kerangkeng berisi 32 orang. Namun, saat video itu direkam sebagian besar penghuni sedang bekerja.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik merasa heran.
“Aneh atau ganjil ya, peristiwa ini sudah berlangsung sejak 2010 tahun, tapi tidak ada koreksi,” kata Damanik dikutip dari laman Antara pada Rabu, 2 Maret 2022.
Terkait jumlah korban yang tewas, Komnas HAM mendapat bukti baru bahwa total yang meninggal 6 orang.
“Habis itu kami berposes sendiri sampai dua minggu lalu kami mendapat informasi jumlah korban nambah 3 lagi, jadi total ada 6 meninggal dunia di sana,” kata Anam dikutip dari laman Suara pada Rabu, 2 Maret 2022.
Dia menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut penyebab kematian enam orang tersebut
“Apakah ada penyiksaan, kekerasan dan sebagainya atau akibat tindakan lain di sana, apakah mati karena dirinya sendiri kita belum mendalami secara dalam oleh karenanya ini jadi perhatian kepada teman-teman kepolisian untuk meakukan pemeriksaan,” ucapnya.
Rangkaian penyelidikan dan gelar perkara diadakan pada Sabtu 26 Februari 2022 dengan memeriksa lebih dari 70 saksi. Saksi yang diperiksa termasuk Terbit dan keluarga terdekatnya.
Petugas juga melakukan olah TKP dan menyita beberapa barang bukti diantaranya surat pernyataan, kursi panjang terbuat dari kayu tempat memandikan jenazah, gayung untuk memandikan jenazah, kain panjang motif batik, tikar plastik dan selang kompresor.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
