Mengenang Cuitan Alm Sutopo Humas BNPB: Normalisasi Harus Dilanjutkan

Mengenang Cuitan Alm Sutopo Humas BNPB: Normalisasi Harus Dilanjutkan

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Di antara berbagai penyebab tentang banjir Jakarta yang menelan banyak korban, salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah normalisasi sungai.

Seperti diketahui, DKI Jakarta di era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat itu gencar melakukan normalisasi sungai-sungai di Jakarta.

Normalisasi dinilai sebagai salah satu solusi terbaik untuk mengatasi banjir. Yakni, dengan melakukan pelebaran sungai dan memperdalam.

Namun, berbeda dengan Anies Baswedan. Anies memilih menggencarkan program naturalisasi sungai. Program yang lebih kepada menata sungai dengan konsep pengembangan ruang terbuka hijau.

Perdebatan tersebut pun muncul, dan Anies mendapat banyak kritik. Hal itu lantaran mandeknya proyek normalisasi sungai, sementara proyek naturalisasi belum kelihatan.

Baca Juga

Di balik ramainya perbincangan itu, cuitan-cuitan almarhum Sutopo Purwo Nugroho yang semasa hidupnya mengabdikan diri sebagai petugas penanggulangan bencana dan Humas BNPB, banyak dibagikan di media sosial.

Cuitan-cuitan Sutopo itu diposting pada 2018 silam, namun masih relevan untuk dibaca.

Hal itu lantaran pada 2017-2018, Sutopo sudah mengingatkan tentang pentingnya normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Jakarta.

“Tidak mungkin mengatasi banjir Jakarta tanpa normalisasi sungai. Kali Pulo perlu lebar minimal 10-20 meter agar bisa mengalirkan debet banjir. Saat ini 1-3 meter saja,” tulis Sutopo pada 17 Desember 2017 silam.

Sutopo yang namanya diabadikan menjadi nama Auditorium BNPB itu mengungkapkan, normalisasi harus dilanjutkan jika ingin mengurangi banjir di bantaran Sungai Ciliwung.

“Bantaran sungai di daerah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadengan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan dan Bidara Cina perlu dinormalisasi. Lanjutkan!” tulisnya lagi.

Dalam postingannya pada 8 Februari 2018, Sutopo sebenarnya tidak peduli istrilah normalisasi atau naturalisasi. Intinya, sungai perlu diperdalam, diperlebar. “Pelebaran, memperdalam dan menata

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.