Terkini.id — Bakal calon Walikota, Muhammad Ismak menaruh harapan besar atas keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi langsung penggunaan anggaran kampanye dalam Pilkada serentak 2020.
“Ini bagus, karena itu bisa mencegah cukong dan penggunaan aset negara dalam pilkada dan memutus politik transaksional yang merusak demokrasi kita itu,” ungkap Ketua AAI ini.
Muhammad Ismak juga menambahkan, niatan dirinya maju sebagai calon wali kota adalah upaya untuk memutuskan politik uang yang sering terjadi dalam pesta demokrasi.
“Kita sering mendengar berapa uang beredar untuk membeli suara demi mencapai kemenangan dengan segala macam cara dan ini sangat memprihatinkan. Tentu kandidat yang akan maju tidak memulainya dengan apa gagasannya tapi berapa modal uang yang disiapkan,” Ungkap Ismak.
Ismak juga menambahkan bahwa demi memenangkan perebutan kursi kepala daerah itu segala cara bisa dilakukan dan itu membutuhkan sponsor dari para pemilik uang.
- Muhammad Ismak Maju Atau Mundur di Pilwali Makassar 2020?
- Tim Muhammad Ismak Harap Bawaslu Awasi Jual Beli Dukungan KTP dan Intimidasi Terhadap Warga
- Massifkan Gerakan di "Darat", Tim Muhamad Ismak Bentuk Seribu Juru Bicara
- Muhammad Ismak Terpilih Ketua Umum IKA SMP 3 Makassar Pertama
- Pastikan Maju Jalur Perseorangan, Muhammad Ismak Mulai Bergerak Kumpul KTP
“Kalau disponsori cukong apa iya tidak ada timbal balik keuntungan, apa iya ada sumbangan tanpa pamrih. Dan kandidat yang mengeluarkan duit besar tentu akan mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan, jalan pintasnya ya apalagi kalau tidak korupsi,” pungkas Ismak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
