Musrenbang Desa Borisallo Menjadikan Isu Disabilitas Prioritas Pembangunan

Musrenbang
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Senin 26 Agustus 2019

Terkini.id, Gowa – YASMIB Sulawesi menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Senin 26 Agustus 2019.

Berita gembira terkait warga disabilitas di Borisallo, dalam Musrenbang untuk  penganggaran tahun 2020, isu disabilitas dalam pemenuhan haknya telah secara jelas tertuang menjadi rencana kegiatan prioritas.

Musrenbang kali ini selain mendiskusikan rencana kerja Tahun Anggaran 2020 yang bersumber dari APBDes juga membicarakan  rencana pembangunan Jangka Menengah Desa  (RPJMDes) tahun 2020 – 2025.

Rencana pembangunan dalam  RPJMDes tersebut merupakan hasil yang telah disusun oleh Tim Perumus yang terpilih pada musyawarah desa sebelumnya.

Musrenbang ini selain dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan BPD, juga melibatkan  pendamping desa,  unsur masyarakat termasuk  kelompok petani, kelompok perempuan dan kelompok pemuda dan keterwakilan warga disabilitas.

Menarik untuk Anda:

“Rencana kegiatan yang tertuang dalam RPJMDes Borisallo tentang disabilitas antara lain terkait pendataan, sosialisasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas penyandang disabilitas lainnya,” kata Masita Syamsuddin, Direktur Program YASMIB Sulawesi.

Kegiatan itu akan mulai dilaksanakan pada tahun 2020. Isu disabilitas merupakan isu baru, namun telah dintegrasikan dalam dokumen perencanaan desa.

Pencapaian tersebut berkat dukungan pemerintah desa, BPD dan atas pengawalan  dari kader disabilitas yang sebelumnya telah menjadi tim perumus RPJMDes/RKP Desa, sebagai bentuk perwujudan kepedulian dan komitmennya.

“Sangat setuju karena negara kita adalah negara demokrasi. Tanpa ada perbedaan dan kami mengharapkan untuk diberikan ruang sesuai tingkat kemampuan masing-masing,”  kata Ketua BPD Borisallo, Abdul Rasyid Serang.

Rasyid berterimakasih kepada YASMIB Sulawesi karena peduli terhadap disabilitas di desa Borisallo. Harapannya, setelah terbentuk forum, penyandang disabilitas dapat memberikan saran dan masukan ke pemerintah desa.

“Jangan  berhenti sampai di sini. Kami siap menampung dan menyalurkan aspirasi dari disabilitas,” ungkapnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bupati, Kajari dan Kapolres Gowa Tinjau Kesiapan Pembukaan Pos Pelayanan Publik

Pembagian Daging Kurban di Gowa Diantar Langsung ke Rumah Warga

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar