Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi soal postingan penggalangan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun yang menyebut warga di Desa Kepuhrejo Magetan tak mempunyai musala maupun masjid.
Diketahui, fakta terkait postingan ACT tersebut dibeberkan seorang netizen pengguna Facebook A’Iffatul Mufaridah.
A’Iffatul Mufaridah berdasarkan hasil penelusurannya lewat Google Maps menemukan fakta bahwa di Desa Kepuhrejo ada sekitar empat musala dan 4 masjid.
Hal itu bertolak belakang dengan yang disampaikan ACT Madiun lewat media sosial mereka yang menyebut warga Desa Kepuhrejo sama sekali tidak memiliki musala maupun masjid untuk beribadah.
Menanggapi hal itu, Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter pada Rabu 3 Maret 2021 menyayangkan informasi ACT Madiun tersebut.
- Mayoritas Dana ACT Disebut untuk Beli Villa, Warganet Sebut Kelakuan ACT Lebih Dari Iblis
- Polri Sebut Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana Sebesar Rp 10 Miliar
- Ruhut Sitompul: Kadrun Pada Sewot, Para Tersangka ATC Ditahan
- Soal Temuan Baru ACT, Ruhut Sitompul: Uang Donasi Dinikmati Berfoya Untuk 212 dan Parpol!
- Wasekjen PBNU Minta Polri Ungkap Aliran Dana di Kasus ACT, Mustofa Nahra: Sekalian Aliran Dana dari Maming
Menurutnya, ACT sebagai lembaga pengumpul donasi dan sedekah masyarakat malah melakukan kebohongan untuk mengumpulkan uang.
“Ini lembaga pengepul sedekah, mau ngumpulin duit aja harus berbohong. Gak gitu juga mainnya, akhi,” cuit Eko Kuntadhi.
Dalam cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga menyertakan foto tangkapan layar postingan ACT Madiun yang menyebut Desa Kepuhrejo Kabupaten Magetan tidak memiliki musala maupun masjid.
Dilihat dari foto tangkapan layar tersebut, tampak ACT Madiun lewat postingan mereka di media sosial melakukan aksi penggalangan dana melalui platform digital untuk membantu warga Desa Kepuhrejo membangun masjid.
Dalam aksi penggalana dana berjudul ‘Bantu Gilang Tunaikan Wasiat Ayah Bangun Masjid’ itu, ACT Madiun menyebutkan bahwa di Desa Kepuhrejo belum ada satupun musala maupun masjid.
Terkait hal itu, seorang netizen pengguna Facebook A’Iffatul Mufaridah membongkar kebenaran soal pernyataan ACT Madiun tersebut.
A’Iffatul Mufaridah lewat postingannya di Facebook mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan penelusuran lewat Google Maps terkait hal itu.
Dari hasil penelusurannya, ia menemukan fakta bahwa ternyata di Desa Kepuhrejo terdapat empat musala dan ada sekitar 4 masjid.
Berikut narasi postingan Facebook A’Iffatul Mufaridah, seperti dilihat pada Rabu 3 Maret 2021.
“[Klarifikasi dari Bpk. Febriyan Usman Rijali]
Tidak sengaja membaca sebuah postingan di beranda FB. Terkait penggalangan dana untuk pembangunan sebuah masjid.
Iseng baca sekilas narasinya. Isinya sangat menyentuh bagi yang baper. Namun standar bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia penggalangan dana.
Setelah membaca habis. Yang membuat penasaran adalah lokasinya. Yaitu di Desa Kepuhrejo kabupaten Magetan.
Muncul banyak pertanyaan:
Masa di desa kepuhrejo tidak ada masjid?
Masa di desa kepuhrejo kalau sholat jumat ke desa tetangga?
Masa di desa kepuhrejo sholat terawihnya di rumah masing masing?
Masa suara azan nya dari desa tetangga?
Kalau memang benar ini Desa Kepuhrejo Magetan seperti yang saya perkirakan. Tentu hal ini membuat saya penasaran.
Kenapa saya penasaran????
Karena istri saya orang magetan. Orang tuanya (mertua) masih tinggal di Magetan. Saya sendiri sering ke Magetan.
Kalau lagi pulang ke rumah mertua. Dari kota Madiun menuju rumah mertua. Saya sering lewat pinggir Desa Kepuhrejo. Karena Desa Kepuhrejo ini berada di pinggir jalan raya Madiun-Magetan. Yang lewat kecamatan Takeran dan kecamatan Gorang gareng.
Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan diatas. Saya buka goggle maps. Saya ketik Desa Kepuhrejo Kabupaten Magetan. Muncul peta citra satelit Desa Kepuhrejo. Letaknya di Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. (Kalau sering baca tulisan Dahlan Iskan, akan kenal kecamatan Takeran).
Dari pengamatan citra satelitnya. Alhamdulillah saya memang hapal daerahnya. Walaupun belum pernah masuk ke dalam Desa Kepuhrejo.
Lanjut saya scroll di google maps untuk mencari masjid. Ternyata di Desa Kepuhrejo ada 4 masjid dan ada sekitar 4 musholla.
Nah… Gimana ini????
Apakah Desa Kepuhrejo yang minta penggalangan dana di beranda FB saya. Sama dengan Desa Kepuhrejo yang saya lihat di Google Maps?????
Wallahualam,” demikian narasi unggahan A’Iffatul Mufaridah.
Dalam postingannya tersebut, A’Iffatul Mufaridah membagikan foto tanggapan layar unggahan penggalangan dana ACT Madiun.
Selain itu, ia juga menyertakan foto tangkapan layar hasil penelusurannya terkait kabar Desa Kepuhrejo yang disebut tidak mempunyai mempunyai musalla maupun masjid.
“Saya sertakan juga foto screenshot penggalangan dananya dan foto hasil penelusuran google maps. Setau saya juga. Yang pernah tinggal sekitar satu tahun di pulau Jawa. Setiap Desa di Jawa itu terdiri dari beberapa dusun. Setiap dusun minimal ada 1 musholla. Bahkan ada yang punya 1 masjid dan beberapa musholla,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
