Terkini.id, Jakarta – Kematian merupakan takdir dari akhir perjalanan kehidupan manusia di dunia, salah satu faktor utamanya adalah penyakit. Penyakit dikategorikan dalam beberapa macam seperti penyakit menular, tidak menular dan cedera. Kali ini, pembahasan dilakukan pada 6 penyakit menular dan tidak menular namun menyebabkan kematian tertinggi di dunia.
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, diketahui terdapat 6 penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia diantaranya penyakit jantung iskemik, stroke, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan bawah, kondisi neonatus (kelahiran prematur), dan kanker.

Penyakit jantung menjadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia, 2 juta orang dari 8.9 juta orang penderita penyakit jantung iskemik tercatat meninggal dunia pada tahun 2019. Diketahui bahwa penderita penyakit jantung iskemik mengalami keadaan rendahnya pasokan darah pada area otot jantung yang dapat menimbulkan rasa sakit pada dada bagian tengah yang menyebar ke rahang dan lengan bahkan ke seluruh tubuh. Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, nyawa akan melayang seketika.
Penyakit pembunuh nomor satu tersebut tidak dapat disembuhkan, hanya dapat diberikan obat penahan nyeri dan melakukan kontrol kesehatan setiap bulannya. Pola hidup sehat perlu diterapkan bagi penderita maupun bukan penderita penyakit jantung iskemik, yang paling utama adalah jauhi makanan berlemak tinggi.
Kemudian, diikuti oleh penyakit stroke, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan bawah, kondisi neonatus (kelahiran prematur), dan kanker dengan angka kematian tertinggi. Penyakit infeksi saluran pernapasan bawah merupakan penyakit menular yang paling mematikan didunia berada dalam urutan nomor empat. Pada 2019 penderita infeksi saluran pernapasan bawah mencapai 2,6 juta orang dinyatakan meninggal dunia, namun terjadi penurunan dari tahun – tahun sebelumnya. Urutan terakhir, ke-6 penyakit kanker tidak menular mengalami peningkatan terhitung pada tahun 2019 angka kematian mencapai 1,8 juta dari sebelumnya 1.2 juta orang.
Memasuki awal tahun 2020, seluruh dunia dihebohkan dengan persebaran virus Covid-19 yang menyebar dengan cepat akibat penularan dari orang ke orang. Angka kematian penduduk dunia sejak wabah virus Covid-19 terus meningkat hingga tahun 2022 mencapai 14 juta orang sebut WHO. Berbagai cara pengendalian virus ini sudah diterapkan, termasuk penggunaan vaksin, isolasi, prokes dan kebijakan-kebijakan lainnya. Namun, hingga bulan Juli 2022 kasus postif Covid-19 masih terjadi, dikutip dari who.int.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
