Terkini.di, Jakarta – Ferdinand Hutahaean kembali menanggapi terkait penangkapan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, Ferdinand membalas pernyataan Henry Subiakto yang bertanya mengapa Nurdin Abdullah, sosok yang banyak dipuji baik dan penuh prestasi ditangkap KPK.
“Prof. Nurdin Abdullah banyak dipuji kebaikan dan capaiannya. Memperoleh lebih dari 50 penghargaan. Jadi Bupati Bantaeng 2 periode, dapat penghargaan ‘Bung Hatta Anti Korupsi Award’ dan Bintang Mahaputra.” Tulis Henry Subiakto di twitter-nya, @henrysubiakto, pada Minggu, 28 Februari 2021.
“Tapi kenapa ditangkap KPK? Apa yang salah,” lanjut Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informastika tersebut.
Cuitan Henry Subiakto di atas lalu dibalas oleh Ferdinand bahwa yang salah adalah KPK.
Ferdinand menyindir bahwa KPK jauh-jauh beroperasi ke Makassar, padahal di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, ada kasus yang perlu diperiksa.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
“Yang salah KPK-nya, jauh-jauh main ke Makassar padahal di Jl Merdeka Selatan ada uang tak disentuh,” balas Ferdinand.
Balasan Ferdinand tersebut memang tidak spesifik menyebutkan Jakarta atau pun kasus apa yang ia maksud, namun dalam cuitannya yang lain, ia telah beberapa kali menyinggung terkait APBD DKI Jakarta.
Ketika Nurdin Abdullah ditetapkan menjadi tersangka, Ferdinand lalu mengatakan bahwa ia tidak bangga atas kinerja KPK tersebut, kecuali jika KPK menelisik APBD Jakarta.
“Saya tidak bangga melihat ini, kecuali KPK menelisik APBD DKI Jakarta seperti dana Formula E,” tulis Ferdinand sambil membagikan tautan berita penetapan Nurdin sebagai tersangka.
Setelah itu, Ferdinand juga membagikan cuitan lagi yang meminta KPK untuk turun ke Jakarta memeriksa APBD Jakarta sebab menurutnya ada uang gelap di Formula E.
“Bro Firli, terus itu yang dapat penghargaan entah penghargaan apa itu yang di Jakarta kapan ditelisik APBD-nya? Korupsi bukan hanya menerima suap, bro. Maka itu turunlah ke Jakarta, ada triliunan uang yang gelasp di Formula E,” tulisnya.
Dalam cuitannya yang lain lagi setelah itu, Ferdinand menyoroti anggaran Rancangan Kinerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta.
“Rancangan Anggaran RKT 2021 untuk Anggota Dewan besarannya mencapai Rpp 888 miliar untuk 106 anggota. Pantesan mereka pada diam membisu melihat penyimpangan-penyimpangan di Jakarta yang terjadi di depan mata. Patut diduga per bulan mereka terima 500 juta, Ngeri,” tulisnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
