Makassar Terkini
Masuk

Soal Kasus ACT, PA 212: Jangan Sampai Ditunggangi Kepentingan Politik!

Terkini.id, Jakarta – Wasekjen 212, Novel Bamukmin komentari dugaan kasus penyelewengan donasi ACT, ia berharap jangan sampai ditunggangi kepentingan politik.

Mulanya, PA 212 tak habis pikir dengan dugaan penyelewengan dana umat ACT yang dilakukan lembaga amil zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Organisasi ini meminta agar perbuatan ACT menilap dana publik itu diusut segera secara transparan.

Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin meminta ACT harus bertanggungjawab atas dugaan praktik haram yang dilakukannya selama ini.

“Siapa pun yang menyalahgunakan amanat umat harus bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan,” ujar Novel kepada wartawan, dikutip Terkini.id dari Poskota pada Selasa, 5 Juli 2022.

Novel tak menyangka jika lembaga sekelas ACT sanggup berbuat curang hingga membuat publik heboh di jagat Twitter.

Lembaga filantropi yang kerap beraksi saat terjadi bencana kemanusiaan itu menjadi bulan-bulanan publik di Twitter dengan sebutan “Aksi Cepat Tilep”.

Padahal, kata Novel, bertahun-tahun umat Islam di Indonesia menaruh kepercayaan besar terhadap ACT untuk melakukan bantuan kemanusiaan.

“Karena umat Islam Indonesia sudah antusias memberi bantuan terhadap sesama bagi yang membutuhkan dan ACT adalah bagian yang terdepan dan dipercaya jangan sampai mengecewakan umat Islam,” katanya.

Mantan Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu meminta agar dugaan penyelewengan dana umat yang dilakukan ACT segera diusut secara transparan. Pasalnya, Novel Bamukmin tak ingin kasus dugaan penyelewengan dana ACT ditunggangi oleh kepentingan politik.

“Silakan diusut secara transparan oleh masing masing pihak agar umat Islam tahu peristiwa yang sebenarnya. Jangan sampai ditunggangi kepentingan politik untuk mengkriminalisasi yang tidak sejalan,” ungkap Novel.

“Yang lebih penting kasus mega korupsi di rezim ini juga jangan terlupakan untuk diusut,” kata Novel.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri langsung bergerak menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan umat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Isu ini tengah menjadi sorotan warganet hingga anggota DPR RI karena dana bantuan dari para donatur dikabarkan disalahgunakan untuk memfasilitasi kehidupan mewah para petinggi lembaga kemanusiaan tersebut.