Pelbagai Kalangan Soroti Penggunaan GeNose untuk Siswa di Makassar

Terkini.id, Makassar – Pelbagai kalangan menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Makassar ihwal penggunaan GeNose bagi siswa. Alat tersebut dinilai tak akurat dan buang-buang anggaran.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Yeni Rahman mengatakan sejak awal sudah mengingatkan pemerintah kota agar mengkaji ulang pengganggaran GeNose.

“Tingkat akurasinya yang kurang bagus dan banyak pertimbangan lainnya. Saya kira itu sudah cukup, kenapa mau dipaksakan?” kata Yeni, Selasa, 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Saat Nataru, Pemkot Makassar Bakal Suntik Vaksin Covid-19 Pengendara di...

Ia mengatakan ketimbang pengadaan GeNose, vaksinasi jauh lebih memberi harapan dalam penanganan pandemi. 

Penggunaan GeNose terhadap siswa, kata Yeni, memperlihatkan ketidaksesuaian dengan pernyataan Wali Kota Makassar pada awal pengadaan GeNose, yang peruntukannya untuk seluruh warga Makassar.

Baca Juga: Ratusan Miliar Anggaran 2021 Tak Terpakai, Wali Kota Makassar Akan...

“Kentara sekali tidak sesuainya,” ucapnya.

Pengamat Tata Kelola Keuangan Negara dan Pemerintahan, Bastian Lubis mengatakan pemerintah semestinya lebih bijak dalam mengeluarkan anggaran.

Setiap program apalagi yang sifatnya masih sebatas inovatif perlu didahului dengan feasibilty study (FS) oleh para ahli.

Baca Juga: Ratusan Miliar Anggaran 2021 Tak Terpakai, Wali Kota Makassar Akan...

“Ini keinginan bukan kebutuhan. Jadi kalau menggunakan anggaran negara itu walau sepeser harus menggunakan Feasibility Study, tidak serta merta beli, beli tanpa ada kajian,” katanya.

Dia menilai anggaran negara tersebut berpotensi terbuang lantaran peruntukannya tak lagi efektif digunakan.

“Anggaran negara yang saat ini sangat terbatas dan didapat dari pajak-pajak, pendapatan yang akan dikeluarkan itu kembali ke masyarakat akhirnya tidak maksimal. Akhirnya apa, terjadilah pemborosan keuangnan negara,” ujar Rektor Universitas Patria Artha tersebut.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Siswanto Wahab juga keberatan dengan rencana pemerintah kota menggunakan GeNose untuk pemeriksaan kesehatan siswa per 2 pekan setelah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. 

“Saya tidak mau. IDI tidak merekomendasikan pakai GeNose dalam bentuk follow up-nya,” kata Siswanto.

Siswanto mengatakan pemeriksaan rutin harus dilakukan paling tidak dalam dua minggu sekali menggunakan tes antigen sebagai bentuk tindak lanjut simulasi PTM terbatas.

“Pakai tes antigen saja, kalau ada keluhan, lanjut swab PCR,” jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah kota harus memberi atensi dalam evaluasi pembelajaran tatap muka. Jangan serta merta setelah tatap muka, kata dia, maka dianggap tidak ada keluhan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar mengatakan Nursaidah Sirajuddin mengatakan pihaknya tetap akan menggunakan GeNose sebagai alat screening (penyaringan).

“GeNose untuk screening dan akan tetap dilanjutkan untuk pemeriksaan rapid antigen dan PCR,” kata Ida singkat.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pada tahap pertama semua siswa melakukan tes antigen, bukan berdasarkan sampel atau tes acak. Ia menyebut telah menyiapkan 400 ribu alat antigen khusus untuk persiapan PTM.

Ia mengatakan akan melakukan evaluasi per 2 pekan dengan menggunakan GeNose. Ia mengatakan hal itu untuk memeriksa kesehatan paru-paru siswa.

“Per 2 minggu kita akan tes paru-paru (siswa) lewat GeNose, apakah sehat atau tidak?” kata Danny Pomanto.

Bagikan