Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Faisal Basri sebut proyek pembangunan infrastuktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terancam akan banyak mubazir.
Ia mengaku prihatin dengan maraknya kasus korupsi di Indonesia saat ini. Ia mengaitkannya dengan pembangunan infrastruktur IKN Nusantara.
Tingginya korupsi, kata dia, memiliki potensi korupsi yang sama tinggi dengan pengembangan IKN Nusantara yang memakan anggaran cukup besar.
“Nah di tengah kondisi korupsi yang tinggi, bangun ibu kota juga uangnya makin lebih banyak tapi hasilnya sedikit,” ujarnya, dilansir dari Suaracom. Selasa, 2 Januari 2022.
Banyak proyek, kata dia, akan sia-sia akibat kerja sama tersebut. Ia percaya bahwa perencanaan harus dilakukan secara matang dan cermat.
“Makin banyak proyek mubazir karena kongkalikong, perencanaannya tidak baik, di-mark up dan sebagainya dan sebagainya, negara juga yang rugi,” singgungnya.
Kemudian dia mengklaim proyek jalan tol yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Jokowi itu merupakan yang termahal dalam sejarah Indonesia.
Dia menyatakan bahwa dia tidak ingin membahas situasi tersebut. Karena ia menggunakan pendekatan pengukuran rasio efisiensi investasi yang dikenal dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
Alhasil, Indonesia kini mendapat skor 6,5 dalam hal efisiensi investasi, dibandingkan dengan skor 4 sebelumnya.
“Sehingga untuk menambah 1 km jalan di Indonesia itu butuh suntikan modal tambahan 50 persen lebih banyak dari sebelum-sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut, tingginya angka ICOR tersebut tak lepas dari maraknya praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di setiap proyek pembangunan tol saat ini.
“Dengan banyaknya korupsi, nepotisme, KKN menyebabkan ada kolusi tender atau penunjukan langsung, tidak ada benchmark yang menyebabkan untuk membangun 1 km jalan tol misalnya kita butuh jauh lebih banyak modal,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
