5 Tembakan Bharada E ke Brigadir J Tepat Sasaran, Pengamat Kepolisian: Itu Sangat Istimewa

5 Tembakan Bharada E ke Brigadir J Tepat Sasaran, Pengamat Kepolisian: Itu Sangat Istimewa

R
Sigit
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Insiden adu tembak antara Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J) dan Bhayangkara Dua (Bharada) E di kediaman Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo menimbulkan kecurigaan.

Hal itu lantaran berdasarkan informasi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan ada luka tembak di tujuh titik tubuh Brigadir J. Artinya, lima tembakan dipastikan dari Bharada E. Tembakan tepat sasaran oleh Tamtama berpangkat Bharada itu dinilai mencurigakan.

“Dalam kondisi panik diserang, tembak tepat sasaran itu sangat istimewa,” kata pengamat Kepolisian Bambang Rukminto Seperti dikutip Medcom.id Rabu 13 Juli 2022

Menurutnya, kronologi penembakan yang disampaikan Mabes Polri janggal. Masih ada hal lain yang dianggap menimbulkan pertanyaan lanjutan, salah satunya jenis senjata api yang digunakan Brigadir J selaku korban dan Bharada E selalu pelaku.

“Dari hasil autopsi yang disampaikan Karo Penmas (Brigjen Ahmad Ramadhan) kemarin, ada enam luka tembak dengan lima peluru dari pelaku (Bharada E). Artinya, dalam kondisi yang panik karena serangan, menembak tepat sasaran itu adalah sangat luar biasa, bahkan untuk atlet menembak profesional sekalipun,” ujar peneliti Institute for Security of Strategic Studies (ISESS) itu.

Baca Juga

Bambang mengatakan tembakan dari jarak pendek, jauh, dan arah posisi menembak itu bisa diketahui dari hasil autopsi. Sementara itu, dia menyebut Bharada E adalah anggota polisi yang baru level Tamtama atau junior. 

“Yang dinas belum genap empat tahun, dengan kemampuan menembak yang begitu sempurna seperti itu malah memunculkan pertanyaan lain sebegitu hebatkah? (menembak),” ucapnya. 

Sedangkan, Brigadir J adalah ajudan yang bertugas selama dua tahun di kediaman Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo. Artinya, kata dia, Brigadir J dan Bharada E saling kenal. 

Pertanyaan lain yang muncul ialah posisi Irjen Ferdy Sambo dan istri, Putri Ferdy Sambo, saat insiden berdarah itu. Bambang tak yakin di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo tak ada saksi lain. 

“Kalau tidak ada saksi-saksi yang lain, berarti hanya tiga orang yang berada di rumdin (rumah dinas),” ujar dia.

Kemudian, informasi rusaknya semua CCTV juga dinilai janggal. Hal itu menunjukkan longgarnya sistem pengamanan di rumah dinas jenderal bintang dua itu. 

“Scientific crime investigation harusnya bisa menjelaskan itu. Yang terpenting Polri harus bisa menjaga objektivitas, dan profesionalismenya dan itu harus dilakukan dengan Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) mencopot Irjen Sambo sebagai Kadiv Propam lebih dulu,” kata Bambang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.