Plt Gubernur Sulsel Paparkan Persoalan Pembangunan Stadion Barombong dan GOR Sudiang Minim Biaya Pemeliharaan

Terkini.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan jawaban gubernur atas pandangan fraksi pada rapat paripurna, di DPRD Sulsel, Senin 22 November 2021.

Pada rapat tersebut, Andi Sudirman Sulaiman membahas persoalan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, seperti Stadion Barombong, Mattoanging dan Gedung Olahraga Sudiang.

Terkait Pembangunan Stadion Barombong, dimulai sejak Tahun 2013-2018 dengan menghabiskan Anggaran sekitar Rp228,4 miliar yang bersumber dari APBD 2013-2018 dan Rp42,3 miliar bersumber dari APBN 2011-2014. Realisasi Konstruksi Fisik Stadion adalah 42,63 persen dari Total DED yang direncanakan sampai stadion fungsional. 

Baca Juga: DPRD Sulsel Terima Surat Pemberhentian Nurdin Abdullah, Andi Sudirman Segera...

“Namun kendala yang dihadapi terkait pembangunan Stadion Barombong, antara lain status lahan yang belum sepenuhnya dibawah kepemilikan Pemprov, meskipun telah dilakukan MOU serta penandatangan perjanjian dengan pihak pemilik lahan terkait status penyerahan lahan hibah ke pihak Pemprov Sulsel,” ungkap Andi Sudirman di hadapan para anggota DPRD Sulsel.

Lanjut Andi Sudirman, masalah lain adalah sirkulasi lalu lintas di jalan masuk Stadion Barombong yang akan menimbulkan dampak andalalin dikarenakan luas dan lebar jalan yang tidak memadai serta kondisi arus lalu lintas yang hanya satu jalur saja. 

Baca Juga: Hadirkan Ustad Firanda Bahas Amanah Dalam Memimpin, Plt Gubernur: Semoga...

“Serta jembatan penghubung yang sudah tidak dapat menampung kepadatan pada waktu beban puncak transportasi,” paparnya.

Sedangkan untuk Pembangunan Stadion Mattoanging, penyusunan dokumen perencanaan dimulai sejak Tahun 2019- 2020 dengan menghabiskan anggaran perencanaan sekitar Rp22,3 miliar bersumber dari APBD Tahun 2019-2020.

Perkiraan kebutuhan Anggaran Pembangunan sesuai DED adalah sebesar Rp1,3 triliun, tahapan saat ini memasuki persiapan lelang konstruksi. 

Baca Juga: Hadirkan Ustad Firanda Bahas Amanah Dalam Memimpin, Plt Gubernur: Semoga...

Adapun Kendala yang dihadapi terkait pembangunan Stadion Mattoangin yang utama adalah ketersediaan anggaran melalui skema pembiayaan pinjaman daerah dengan jumlah besar sebagai konsekuensi pembangunan Stadion bertaraf Internasional dan berstandar FIFA (kapasitas 40.000 tempat duduk tunggal). 

“Dengan sumber pendanaan melalui skema pinjaman daerah dikhawatirkan akan membebani pembiayaan karena beban pengembalian pinjaman beserta Bunganya akan dibiayai dari APBD selama kurun waktu yang telah ditetapkan melalui perjanjian antara pimpinan daerah dan PT SMI,” ujarnya.

Khusus untuk Kawasan GOR Sudiang, kata Andi Sudirman, saat ini belum dapat dimaksimalkan mengingat minimnya biaya pemeliharaan gedung serta sarana dan prasarana olahraga dan kepemudaan menyebabkan kondisi fisik bangunan yang sangat menurun, serta beberapa venue yang rusak berat sehingga memerlukan biaya rehabilitasi dan perbaikan yang besar. 

“Adapun kendala yang dihadapi terkait rehabilitasi dan perbaikan sarana dan GOR Sudiang, adalah beberapa titik lokasi yang telah diklaim oleh pemilik lahan sebelumnya dengan argumentasi belum dilunasi atau ganti rugi sehingga telah dilakukan penyerobotan terhadap wilayah aset Pemprov yang diklaim sebagai milik mereka,” ungkapnya.

“Selain itu sebagian wilayah GOR Sudiang adalah kawasan keselamatan penerbangan sehingga untuk membangun bangunan khusus tertentu dalam hal ini sarana dan prasarana olahraga dan pemuda harus mengikuti persyaratan sebagai dari kawasan keselamatan penerbangan,” pungkasnya.

Bagikan