Prabowo-Sandi Unggul di Sulsel, Pengamat Sebut Itu Berkat Pergerakan Sandiaga Uno

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Firdaus Muhammad. /Nasruddin

Terkini.id — Beberapa lembaga survei merilis bahwa Pasangan calon presiden dan wakil presiden no 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) unggul dari pasangan Capres-Cawapres no 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).

Salah satu lembaga survei yang menunjukkan Prabowo-Sandi unggul yaitu Script Survei Indonesia (SSI) dengan hasil 48,17 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf 45,49 persen, sedangkan belum menjawab 6,34 persen.

Selain itu, hasil lembaga survei Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI) juga menunjukkan Prabowo-Sandi unggul dengan angka 47,3 persen, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 39,8 persen.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Firdaus Muhammad menanggapi bahwa unggulnya Prabowo-Sandi menandakan bahwa pasangan ini diterima oleh masyarakat Sulsel. Apalagi Sandiaga Uno sangat massive gerakannya di Sulsel.

“Kalau kita kalkulasi kehadiran Sandiaga Uno di Sulsel, itu jauh lebih banyak dibandingkan kandidat lain. Kalau Prabowo minim hanya di Makassar,” ungkap Firdaus di Makassar.

Dia menambahkan, hampir seluruh kabupaten/kota di Sulsel sudah dikunjungi oleh Sandi, sedangkan Jokowi-Ma’ruf tidak bisa mengimbangi pergerakan Sandiaga yang sudah tujuh kali mengunjungi Sulsel selama tahapan Pilpres berlangsung.

Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Ichsan Yasin Limpo acara Komunitas Rezeki Sejuta Bintang (RSB), di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu 26 Januari 2019. /Nasruddin

“Itu sangat mempengaruhi pemilih, yang tadinya belum menentukan pilihan, karena mereka didatangi dan hadir dekat bersama capres, tentu langsung menentukan pilihan. Jadi memang itu berkat pergerakan Sandiaga,” tambahnya.

Selain itu, Firdaus menyebut, infrastruktur yang dibangun di Sulsel, belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Terlebih lagi proyek pembangunan kereta api trans Sulawesi stagnan.

“Berbeda pada waktu Pak Jusuf Kalla (JK) mendampingi SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), minimal ada jalan penghubung Makassar-Parepare, ada Bandara Hasanuddin. Pak JK diera Jokowi belum memperlihatkan kontribusi infrastruktur, seharusnya pak JK minta misalnya kereta apil diselesaikan atau bangun bandara di Toraja,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini