Terkini.id,Jeneponto – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 84 Ganrang-Ganrang Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto direhab dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto.
Gedung SDN 84 Ganrang-Ganrang yang direhabilitasi itu sebanyak tiga ruang kelas, yang sudah direhab beberapa tahun lalu.
Anehnya, Kepala SDN 84 Ganrang-Ganrang, Hernawati tidak tahu berapa jumlah dana DAK untuk anggaran rehabilitas tiga ruang gedung sekolahnya.
“Tidak saya ingat berapa jumlah anggarannya, nanti kita lihat kalau sudah dipasang papan angggarannya,” kata Hernawati kepada terkini.id, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu, 18 September 2019.
Padahal, Dana DAK rehab sekolah langsung masuk di rekening sekolah, dan pencairannya Kepala Sekolah dan bendahara DAK.
- Pemprov Sulsel Terancam Gagal Mencairkan DAK Fisik Rp90 Miliar
- Serapan Anggaran Makassar Rendah, Danny Pomanto: Kabinet Sekarang di Set Bukan Untuk Kita
- Dapat DAK Rp41 Miliar, Disdikbud Jeneponto Akan Rehab 86 Gedung Sekolah
- Ini Penyebab Gagalnya Proyek Pembangunan Balai Instalasi Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Desa Bonto Matinggi
- Biaya Perbaikan Sekolah di Jeneponto yang Diterjang Banjir Dipastikan Tidak Dianggarkan
Menurutnya, dirinya yang mencari pekerja yang mengerjakan rehabilitasi tiga gedung SDN 84 Ganrang-Ganrang,”ini diborong, saya yang cari tukang,” ungkap Hernawati.
Saat diwawacarai , Hernawati mengaku melibatkan komite dan bujang sekolah sebagai pengawas, namun faktanya suaminya yang mengajar di SD Je’netallasa Desa Kayuloe Barat Kecamatan Turatea yang dijadikan pengawas (Mandor) pada pekerjaan rehabilitasi SDN 84 Ganrang-Ganrang.
“Suaminya yang mandor (pengawas pekerja) di sini, tadi adaji, sempat saya tanya tidak pergi mengajar, tapi dia bilang saya lihat dulu pekerjaan ini,” tutur salah seorang guru SDN 84 Ganrang-Ganrang, yang enggan disebut namanya
Sementara itu, bendahara DAK, Fitriani mengaku, sebelum mengundurkan diri, dirinya sudah mencairkan dana sebanyak kurang lebih Rp 86 juta.
“Sudah Rp86 juta yang cair dananya, tapi saya sudah mengundurkan diri karena tidak ada guru di sini yang dilibatkan,” ungkap Fitriani.
Sedangkan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Jeneponto, Jabal Nur, mengatakan, rehabilitasi SDN 84 Ganrang-Ganrang sebanyak tiga ruangan dan WC.
“Dana rehab sekolah itu Rp 77 juta persatu ruangan, jadi kalau tiga ruangan To 77 juta dikali tiga ruangan, itu Kepala sekolah yang kelolah,” kata Jabal Nur kepada terkini.id, Selasa, 17 September 2019 di ruangannya.
Mirisnya, dalam rapat sebelum rehab sekolah dimulai dikerja, Kepala SDN 84 Ganrang-Ganrang menyampaikan bahwa ada potongan di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Jeneponto sebanyak Rp 30 persen
“Sempat Kepala sekolah sampaikan dalam rapat, bahwa ada potongan dana 30 persen, katanya Diknas Pendidikan, jadi ditanggapi siapa yang mau bertanggungjawab dengan dana yang dipotong, kepala sekolah bilang lagi potongan hanya 30 juta,” kata Bendahara DAK SDN 84 Ganrang-Ganrang, Fitriani.
Dimana diketahui, dana DAK untuk rehab tiga ruangan dan Pembangunan WC SDN 84 Ganrang-Ganrang, sebanyak Rp 345 juta, dengan rincian, Dana Rehab tiga ruangan sebanyak Rp 231 juta dan Pembangunan WC sebanyak Rp 114 juta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
