PTM Terbatas 100 Persen di Sekolah Akan Tetap Berlanjut, Meski Penyebaran Omicron Melonjak

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen di sekolah akan tetap berlanjut, meski penyebaran virus corona (Covid-19) varian Omicron melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah menilai belum ada kejadian luar biasa dalam penyebaran varian Omicron.

“Sampai hari ini pembelajaran tetap dilaksanakan. Kalau ada hal-hal yang luar biasa akan diambil keputusan tersendiri. Jadi kita tidak ada rencana untuk menghentikan tatap muka, sekolah tatap muka,” ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin 24 Januari 20220

Baca Juga: Meski Indonesia Memasuki Masa Endemi Covid-19, Masker Tetap Wajib Digunakan...

Luhut menegaskan, setiap kebijakan yang diambil pemerintah terkait penanganan penyebaran varian Omicron harus selalu tepat dan terukur.

Ia memastikan pemerintah selalu menggunakan data untuk menganalisa dan memprediksi kondisi pandemi.

Baca Juga: Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka, Fadel ke Masyarakat:...

Dilansir dari laman CNN Indonesia Senin 24 Januari 2022, Ia menambahkan, data dari berbagai negara hari ini, semakin menunjukkan bahwa varian Omicron ini memberikan risiko perawatan dan juga tingkat kematian yang cukup rendah.

Namun begitu, kecepatan penularan varian ini menyebabkan jumlah kasus harian meningkat tajam.

Hal tersebut, menurutnya, berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat, sehingga mengancam sistem fasilitas perawatan rumah sakit.

Baca Juga: Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka, Fadel ke Masyarakat:...

Sebelumnya, lima organisasi profesi yang bergerak di bidang medis meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen bagi anak usia di bawah 11 tahun dievaluasi, seiring dengan meningkatnya penularan varian Omicron.

Mereka meminta agar anak-anak dan keluarganya bisa memilih mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan melihat kondisi dan profil risiko masing-masing keluarga.

Permintaan ini dilatarbelakangi tingkat kepatuhan anak usia di bawah 11 tahun terhadap protokol kesehatan masih di bawah 100 persen. Selain itu, belum semua anak-anak tersebut mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bagikan