Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Mohamad Guntur Romli memuji Menteri Agama, Yaqut Chilil Qoumas atas keberhasilannya bernegosisi dengan Arab Saudi soal persyaratan yang harus dipenuhi calon jemaah umrah.
Guntur Romli juga sekaligus menyindir para kadrun yang sempat sibuk mempermasalahkan sial Gus Yaqut yang memakai penerjemah.
“Keren hasil diplomasi Gus Yaqut Cholil Qoumas. Sementara Kadrun cuma bisa nyinyir soal penerjemah,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 26 November 2021.
Sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menghapus ketentuan karantina 14 hari di negara ketiga bagi calon jamaah umrah.
Calon jemaah tidak perlu melalukan karantinan 14 hari dengan syarat telah divaksin lengkap ditambah satu dosis penguat.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
“Komunikasi terakhir kita tidak ada karantina bagi yang sudah dua kali vaksin, hanya butuh booster (penguat) saja,” ujar Yaqut, Senin, dilansir dari Antara News.
Sebagai catatan, Arab Saudi sempat menangguhkan penerbangan langsung dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang angka penularan Covud-19-nya masih tinggi.
Arab Saudi kemudian melunak dan memperbolehkan negara yang ditangguhkan itu mengirim calon jamaah dengan syarat wajib menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Tanah Suci.
Kini, aturan karantina 14 hari itu dihapus. dan diganti dengan syarat calon jamaah umrah mesti telah divaksin dua dosis serta mendapatkan satu dosis penguat dari empat vaksin rekomendasi, yakni AstraZeneca, Pfizer, Moderna serta Johnson & Johnson.
“Saya kira kita harus diskusikan kembali soal ini, jadi memang agak berat, tapi apa boleh buat, ini maksimal yang bisa kita lakukan,” ujar Gus Yaqut.
Kebar baik lainnya, Arab Saudi juga telah mengakui vaksin Sinovac yang banyak digunakan di Indonesia.
Kendati demikian, apabila ingin melaksanakan ibadah umrah, jemaah mesti mendapat satu dosis penguat dari empat vaksin yang diakui di sana.
Bukan hanya itu, calon jamaah umrah juga mutlak melampirkan sertifikat vaksin.
Indonesia yang mayoritas menggunakan vaksin Sinovac mesti melampirkan dua sertifikat vaksin, yakni Sinovac dan penguat.
“QR Code sertifikat vaksin mutlak ada diperlukan dua sertifikat Sinovac plus booster. Atau kalau kita pakai Sinopharm, yah, Sinopharm plus booster satu dari empat (vaksin) itu,” jelas Gus Yaqut.
Menag menyampaikan, pihaknya akan terbang ke Arab Saudi untuk melobi agar Indonesia bisa dilepaskan dari kewajiban mendapatkan satu dosis vaksin tambahan.
“Kami akan lobi, namanya juga ikhtiar, hasil tentu bukan tanggung jawab kita. Ikhtiar harus terus kita upayakan,” kata Gus Yaqut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
