“Bagi kami tambang mineral bukan batuan dan logam atau galian C itu lebih bagus kalau memang tempat tertentu saja yang legal, karena kita juga membutuhkan bahan untuk konstruksi,” katanya.
“Kalau saya timbang manfaat dan mudaratnya, kalau dari sisi peperintah semua yang ilegal harus tutup. Kalau yang legal namun tidak memenuhi aspek praktek penambangan yang baik, ya tunda dulu produksinya. Duduk sama-sama komunikasi,” jelas Dedy.
Dedy menampik pernah menerbitkan rekomendasi izin kepada CV Bangsa Damai saat masih menjabat wakil bupati Toraja Utara.
Saat itu, Dedy menyebut bahwa rekomendasi yang ditanda tanganinya adalah meminta perusahaan melengkapi dokumen untuk menambang di Tikala.
“Sebenarnya bukan rekomendasi, jadi pada saat itu saya mendorong untuk mengurus legalitasnya justru kita tidak mau ada ilegal,” katanya.
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
- Puluhan Pelari Mancanegara Siap Meriahkan Makassar Half Marathon 2026
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menyampaikan rapat dengar pendapat dengan masyarakat, CV Bangsa Damai dan dinas terkait belum menghasilkan rekomendasi.
DPRD Sulsel kata Kadir Halid akan meninjau langsung tambang galian C di Tikala sebelum mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah.
“Setelah itu hasil peninjauan kita akan undang rapat lagi untuk mengambil kesimpulan. Belum ada rekomendasi, rekom kita ini hanya untuk peninjauan,” kata Kadir Halid.
Legislator Fraksi Golkar ini menyebut, masyarakat menolak tambang galian C di Tikala karena khawatir akan merusak situs budaya, termasuk kuburan-kuburan leluhur mereka di lokasi tersebut.
“Makanya kita minta tim teknis terkait untuk melakukan peninjauan ulang, termasuk lingkungan hidupnya dan study kelayakannya,” jelas Kadir Halid.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
