Puluhan Napi Dibebaskan akibat Pandemi Corona Kecuali Habib Bahar, Ini Alasannya

Habib Bahar
Terpidana kasus penganiayaan Habib Bahar. (Foto: Kompasiana)

Terkini.id, Bogor – Puluhan napi di Lapas Cibinong Bogor, Jawa Barat dibebaskan akibat Pandemi virus corona (COVID-19), kecuali terpidana kasus penganiayaan dua remaja, Habib Bahar bin Smith.

Habib Bahar akan tetap mendekam di Lapas Cobinong lantaran masa tahananannya yang masih terhitung setengah dari vonis.

Adapun lpuluhan narapidana lainnya telah dibebaskan karena program asimilasi dan integrasi terkait upaya pencegahan Covid-19.

“Kalau Habib Bahar belum masuk asimilasi, soalnya belum menjalani setengah masa pidananya,” ujar Kalapas Kelas IIA Cibinong Ardian Nova, seperti dilansir dari Suara, Jumat, 3 April 2020.

Ardian mengatakan, program asimilasi yang tertuang dalam Kepmenkumham Nomor: M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tersebut menyebutkan bahwa asimilasi hanya didapat warga binaan yang sudah menjalani lebih dari setengah masa pidana.

Baca juga:

“Mereka itu mendapat asimilasi tetap di rumah. Kalau dia melakukan pelanggaran-pelanggaran bisa ditarik lagi oleh kita kalau melakukan kesalahan. Ada persyaratan juga, tidak boleh keluar juga karena ini kebijakan pemasyarakatan,” terangnya.

Diketahui, terdapat 80 napi di Lapas Kelas IIA Cibinong yang mendapat program asimilasi.

Dari jumlah tersebut, 23 di antaranya dibebaskan pada Rabu 1 April 2020. Sementara sisanya yakni sebanyak 57 napi dibebaskan pada Kamis 2 April 2020, kemarin.

“Jadi untuk total yang dapat asimilasi sebanyak 80 napi. Yang dapat asimilasi ini sampai tanggal 7 April nanti, jadi datanya nanti keseluruhan di tanggal 7 April 2020,” kata Ardian.

Seperti diketahui, Habib Bahar divonis tiga tahun kurungan penjara dan denda Rp 50 juta oleh pengadilan atas kasus penganiayaan dua remaja.

Vonis tersebut diputuskan Majelis Hakim dalam sidang terkait kasus itu pada 9 Juli 2019, silam.

Komentar

Rekomendasi

Alasan Aktor Dwi Sasono Konsumsi Narkoba, Isi Waktu Kosong Selama Pandemi Covid-19

Ditilang Polisi Gegara Diduga Mabuk, Pemuda Ini Malah Tuduh Motornya yang Salah

Kritik Penangkapan Ruslan Buton, Refly Harun: Tidak Ada Salahnya Meminta Presiden Mundur

Batalyon A Pelopor Brimob Berbagi Sembako di Hari Lahir Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi, Ini Kata Jokowi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar