Terkini.id – Sebuah riset yang dilakukan audiolog dari University of Manchester menemukan, kemampuan mendengar pasien Virus Corona COVID-19 berkurang usai delapan pekan dipulangkan dari rumah sakit.
Masalah tersebut kemungkinan berlangsung lama setelah pasien sembuh dari COVID-19.
Mengutip dari laman Al Arabiya, Sabtu 8 Agustus 2020, studi yang dilakukan para peneliti di Pusat Penelitian Biomedis Universitas Manchester menyurvei 121 orang dewasa penyintas COVID-19 melalui telepon, delapan pekan setelah dipulangkan dari RS.
Saat ditanya tentang perubahan pada kemampuan pendengaran mereka, 16 orang (13,2% dari yang di survei) mengaku pendengaran mereka menjadi semakin memburuk.
Delapan pasien yang sembuh melaporkan mengalami gangguan pendengaran sementara delapan orang lainnya melaporkan tinnitus, sensasi telinga berdenging yang bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau singkat, sebagai gejala.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
“Kita sudah tahu bahwa virus seperti campak, gondongan, dan meningitis bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan Virus Corona bisa merusak saraf yang membawa informasi dari dan ke otak.
Ada kemungkinan, secara teori, COVID-19 dapat menyebabkan masalah pada bagian sistem pendengaran termasuk telinga tengah atau koklea,” jelas Profesor Kevin Munro, salah satu peneliti studi tersebut, seperti dikutip dalam sebuah artikel oleh Universitas of Manchester.
Para peneliti mengatakan diperlukan studi lebih lanjut diperlukan untuk dapat mengidentifikasi alasan yang mengaitkan Virus Corona COVID-19 dengan masalah pendengaran.
“Meskipun kami cukup percaya diri dalam membedakan perubahan pendengaran dan tinnitus yang memang sudah ada sebelumnya atau yang baru-baru saja dialami, kami mendesak agar berhati-hati. Ada kemungkinan bahwa faktor selain COVID-19 dapat berdampak pada gangguan pendengaran dan tinnitus yang sudah ada sebelumnya,” tambah Munro.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
