Roy Suryo: Apakah Layak Suara Muadzin yang Mengumandangkan Panggilan Shalat Dibandingkan dengan Gonggongan Anjing?

Roy Suryo: Apakah Layak Suara Muadzin yang Mengumandangkan Panggilan Shalat Dibandingkan dengan Gonggongan Anjing?

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversi setelah SE Nomor 05 Tahun 2022 dikritik. Dia membandingkan aturan toa masjid dengan anjing yang menggonggong di waktu yang bersamaan.

Merespon pernyataan Menag Yaqut, Roy Suryo mempertanyakan maksud dari pernyataan Menag tersebut. Menurut Roy Suryo, tidak pantas rasanya gonggongan anjing dibandingkan dengan suara toa masjid.

“Tadinya sempat saya kira ini hanya “clickbait” media (utk mendapat perhatian saja). Namun ketika media sekelas Detik, Tribun, Liputan 6-pun menuliskan hal yg sama,Apakah layak suara Muadzin -yg mengumandangkan Adzan, panggilan Sholat- dibandingkan dgn Gonggongan Anjing?”, tulis Roy Suryo di akun Twitternya @KRMTRoySuryo2, dikutip, Kamis 24 Februari 2022.

Roy Suryo: Apakah Layak Suara Muadzin yang Mengumandangkan Panggilan Shalat Dibandingkan dengan Gonggongan Anjing?
Screenshot cuitan Roy Suryo (Twitter).

Roy Suryo dalam cuitannya menilai jika panggilan shalat dari Muadzin di masjid sangat jauh berbeda dengan gonggongan anjing, olehnya itu menyayangkan pernyataan Menag Yaqut. Selain Roy Suryo, warganet juga tidak menyetujui pernyataan Menag tersebut.

“Sinting toa d masjid hanya d pakai untuk menyuarakan kebaikan seperti adzan, membaca Qur’an & mengabarkan kematian atau info lainnya, pun tidak memakan waktu berjam2. kok mau d samakan dengan gonggongan anjing tetangga. Yg di usik cuma suara toa berasal dr masjid”, komentar akun @Yul***.

Baca Juga

“Jika hati seseorang sudah terbalik maka ia tdk bisa membedakan suara adzan panggilan kepada kaum muslimin untuk mendirikan sholat dengan suara binatang yg hina.Alloh maha mendengar dan maha melihat segala sesuatu. Semoga Alloh selalu menjaga hati kita dari sifat yang buruk itu”, komentar @pgt***.

Sebelumnya, pernyataan Menag Yaqut beredar luas di media sosial Twitter yang sudah di retweet oleh warganet sampai ribuan kali.

“Kalau kita hidup dalam sebuah komplek, misalnya kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya, menggonggong dalam waktu yang bersamaan kita ini terganggu nggak?”, kata Menag Yaqut, dikutip dari sebuah video yang dibagikan oleh Roy Suryo di Twitter.

“Artinya apa?, ini harus kita atur (Toa Masjid) supaya tidak menjadi gangguan, speaker d masjid dan mushallah monggo dipake silahkan, tapi mohon diatur agar tidak ada yang merasa terganggu”, kata Menag lagi.

Dari penjelasan Menag Yaqut, dia menekankan jika aturan ini dikeluarkan hanya semata-mata untuk menghindari adanya keluhan masyarakat yang terganggu denga suara masjid.

Namun, analogi Menag yang membandingkan suara toa masjid dan gonggongan anjing dinilai tidak tepat apalagi pernyataan itu keluar langsung dari mulut Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sehingga dirinya kembali banjir kritikan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.