Terkini.id, Jakarta – Pakar Telematika yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo memberikan tanggapannya terkait rencana pemerintah menaikkan harga gas LPG 3 kg.
Roy Suryo menyebut apa yang terjadi sekarang di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesuai dengan janji-janjinya, yakni semua memang meroket.
Menurut Roy Suryo, kenaikan PPN, Pertamax serta tarif tol tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan pokok yang lain juga akan mengalami kenaikan harga.
“Baru saja rakyat dihajar dengan kenaikan PPN, BBM Pertamax, Tarif Tol (dan pasti diikuti harga-harga lainnya)”, tulis Roy Suryo, dikutip dari media akun Twitter pribadinya, Sabtu 2 April 2022.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya rencana pemerintah menaikkan harga tabung gas LPG 3 kilogram ditengah lonjakan harga-harga kebutuhan yang lain.
- PP KAMMI Bantah Keras Pernyataan Mengatasnamakan KAMMI Terkait Penetapan Roy Suryo
- Susun UU ITE Tapi Malah Jadi Korban, Roy Suryo: Sangat Ironi
- Nicho Silalahi Sebut Denny Siregar Kelewatan Permainkan Institusi Polri: Roy Suryo Kalian Tindak kok si DS Tidak?
- Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo Ditolak, Ferdinand Hutahaean Sindir: Semoga Sehat Selalu di Rutan
- Polisi Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus Terhadap Roy Suryo
“Ini malah sudah ada rencana kenaikan LPG 3Kg dan Pertalite. LBP alias Luar Biasa Pemerintah, benar sesuai janji-janjinya, semua memang jadi Meroket. Masih puas-puas lagi? Ambyar”, tulisnya lagi.
Isyarat kenaikan harga LPG 3Kg ini diberikan oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan pada, Jumat 1 April 2022.
Dia mengatakan rencana kenaikan harga LPG bersubsidi ini akan dilakukan secara bertahap, pasalnya sejak 2007 harga LPG bersubsidi ini tidak mengalami kenaikan.
“Jadi overall ya akan terjadi nanti, karena itu Pertamax, Pertalite dengan juga Premium belum, mengenai gas (LPG) yang 3 kg itu kita bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti bulan September, itu semua bertahap dilakukan oleh pemerintah”, ujar Luhut, dikutip dari laman CNBC Indonesia.
Kendati demikian, LPB menyampaikan kenaikan harga ini bukan berarti pemerintah tidak memberikan subsidi kepada masyarakat.
“Ada yang subsidi, masih tetap tadi untuk rakyat kecil tetap disubsidi. Tapi misalnya yang kecil ini (LPG 3 Kg) dari 2007 nggak pernah naik harganya, kan nggak fair juga”, tutur Luhut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
