Terkini.id, Makassar – Tim terpadu Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar yang terdiri dari beberapa aparat kepolisian, Satpol PP, Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang dan beberapa tim rutin melakukan patroli ihwal gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan (Anjal).
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Akhmad Namsum mengatakan, khusus bulan Ramadhan, pihaknya rutin menerjunkan tim gabungan untuk menganantisipasi menjamurnya gepeng dan anjal di Kota Makassar
“Menjamurnya gepeng dan anjal diakibatkan adanya oknum yang memobilisasi gepeng dan anjal dari kabupaten tetangga masuk ke kota Makassar,” ucap Akhmad Namsum di kantornya, Kamis, 9 Mei 2019.
Menurut Akhmad, Gepeng dan Anjal yang terjaring akan ditindak lanjuti dengan melakukan pendataan dan pembinaan.
“Mereka selanjurnya didata dan ditampung di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) tim kami dari Peksos melakukan assesment kepada anjal yang terjaring, selanjutnya apabila dari mereka ada yang menjamin akan dibuatkan pernyataan tidak lagi melakukan kegiatan yang sama,” kata dia.
- Kebakaran Terjadi di Kantor Dinas Sosial Kendari, Data Beserta Dokumen Penerima Bansos Hangus
- Banjir di Makassar, BPBD Sulsel Siaga Evakuasi Warga dan Dinsos Siapkan Dapur Umum
- Antisipasi Banjir September 2021, Wali Kota Makassar Siapkan Tempat Pengungsian
- Ada 11.305 Data Manipulatif, 100 Ribu Paket Bansos di Makassar Tersendat
- Wali Kota Makassar Gandeng KPK Bongkar Borok Dinas Sosial
“Setelah dilakukan assesment dari gepeng dan anjal yang terjaring, rata rata mereka tidak memiliki KTP Kota Makassar, makanya pada saat mereka ingin dujamin yang datang memberikan jaminan itu rata-rata Wali mereka,” sambungnya.
Dinsos bantah tak pernah tertibkan gepeng di Makassar
Lebih jauh, Ahkmad menuturkan, saat ini, pihaknya terus menerus berkoordinasi dengan Tim CCTV dan NTPD 112 di War Room Kota Makassar. Tim CCTV sangat aktif memberikan informasi kepada dinsos terkait keberadaan gepeng dan anjal di wilayah Makassar.
“Bagi warga yang melaporkan keberadaan gepeng dan Anjal yang mengganggu dapat melaporkan dipanggilan masuk ke NTPD 112 dan segera akan tindaki lanjuti di lapangan. Ke depan Kami akan mencoba bekerja sama dengan BLK, hal apa saja yang bisa dibuat kedepannya dalam mengasesment gepeng anjal ini,” ucapnya.
Ahmad Namsum pun membantah bila pemerintah Kota Makassar tak pernah memperhatikan dan menertibkan para gepeng dan anjal di Kota Makassar.
“Selain kerja sama dengan Tim terpadu, kami juga tetap mengharapkan laporan dari warga melalui NTPD 112 untuk segera menindak lanjuti keluhan warga terkait keberadaan Anja dan Gepeng ,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
