Sebut Yahya Waloni Ulama Kadrun, Warganet Tanggapi soal Hujan Turun saat Yahya Berdakwah: Alam aja Nangis

Sebut Yahya Waloni Ulama Kadrun, Warganet Tanggapi soal Hujan Turun saat Yahya Berdakwah: Alam aja Nangis

Sukma A
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sosok pendakwah, Yahya Waloni dalam sebuah video ceramahnya menceritakan bahwa setiap kali dirinya mendatangi suatu daerah, daerah tersebut akan turun hujan.

Ia bahkan membagikan pengalamannya saat mengunjungi salah satu daerah di Kepulauan Riau.

“Saya memang kalau masuk di suatu daerah, ini kekurangan saya, saya kalau masuk berdakwah di satu daerah pasti ada hujan,” cerita Yahya, dikutip dari kanal YouTube Termometer Islam oleh terkini.id, Selasa, 16 Maret 2021.

Ia mengatakan keadaan Kepulauan Riau saat itu tak dituruni hujan selama 5 bulan.

“Pernah satu kali saya ke Kepri, itu ada asap di Kepulauan Riau. Saya pergi gelap, tidak hujan selama 5 bulan,” ucapnya.

Baca Juga

Namun, ketika ia mendatangi daerah tersebut, tiba-tiba daerah tersebut langsung diguyur hujan.

“Begitu saya letakkan kaki saya dari perahu turun ke bawah, langsung diguyur hujan,” ungkapnya.

Yahya mengklaim bahwa kedatangan dirinya untuk berdakwah di daerah tersebut dengan disambut hujan merupakan berkah bagi masyarakat sekitar.

“Memang itu tanda-tanda saya. Masuk di suatu daerah, masya allah keberkahan,” ujar Yahya.

Menanggapi pemberitaan mengenai hal ini, warganet ramai memberikan respon perihal cerita pengalaman Yahya Waloni.

“Kepri (Kepulauan Riau) itu daerah yang gak seperti lainnya. Memang dia itu pawang hujan? Pantesnya mahluk berkaki 4 yang selalu mengonggong,” tulis warganet Yosep Dwi Setiadi.

“Alam aja menangis , liat ada masyarakat yang jadi korban ulama kadrun lagi,” tanggapan akun bernama Mau Tau Aja.

“Berkah buat diri dia sendiri dapat amplop dengan ceramah yang menyesat kan?” komentar warganet Ivan Maulana.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.