Masuk

Sentil Mualaf Indonesia, Yahya Waloni: Kebanyakan Pada Kualat, Saya Gak Mau Dipanggil Begitu

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Yahya Waloni menilai bahwa para kaum mualaf (non-muslim masuk Islam) di Indonesia kebanyakan hanya ikut-ikutan.

Yahya Waloni menilai bahwa para kaum ini merupakan kaum kualat, mengingat alasan masuk Islam hanya sekadar ikut tren atau ikutan dengan orang lain.

Meskipun berstatus non-muslim sebelumnya, penceramah berdarah Sulawesi ini mengatakan bahwa dirinya tak suka dipanggil dengan sebutan mualaf.

Baca Juga: Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!

Karena dirinya menilai, banyaknya fenomena orang-orang ikut-ikutan tadi sehingga tak menjadikan seorang mualaf sebagaimana seharusnya seorang mualaf.

“Di masjid-masjid, saya nggak suka dipanggil Mualaf karena mualaf di Indonesia ini kebanyakan (mereka) bukan mualaf (tapi) kualat,” kata Yahya Waloni, dikutip dari Suara oleh terkini.id.

Pernyataan Yahya ini terekam dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Termometer Islam pada Kamis, 22 April 2021 yang berjudul ‘Saifudin Ibrahim Vs Ust Yahya Waloni | Muhtadin vs Murtadin’. 

Baca Juga: Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia

“Biasanya orang masuk Islam karena mau nikah, masuk Islam karena ikut-ikutan.” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa orang yang semena-mena mengganti keyakinan layaknya seekor bunglon saja.

“Tetangganya Islam, dia ikut jadi Islam. Tetangganya Kristen, dia masuk Kristen. Tetangganya Buddha, dia ikut Buddha. Tetangganya Hindu, ikut Hindu. Itu namanya Bunglon,” tandasnya.

Warganet yang kemudian mengomentari pemberitaan mengenai pernyataan Yahya Waloni ini pun turut membalasnya.

Baca Juga: Berani! Pria Ini Tegas Mengatakan Jika UAS dan Yahya Waloni Bangsat

“Katanya agama besar, agama turun dari langit, agama Allah tapi aneh bin ajaib takutnya sama Indomie,” ujar warganet.

“Lah YW kok jual agama demi sesuap nasi, dasar pembohong n penipu, walon***,” timpal warganet lainnya.

“Kau mualaf kena pengaruh angpao iya kan?,” cecar warganet lainnya.