Makassar Terkini
Masuk

Senjata Organik Polri Jenis AK-101 dan Sniper SSG08 Jatuh di Tangan KKB, Begini Kronologinya

Terkini.id, Jakarta – Dua senjata api organik Polri jenis AK-101 dan senjata api jenis SSG08 (senjata sniper), yang dirampas setelah membunuh Brigadir Polisi Dua Diego Rumaropen, di Napua, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sudah berada di tangan KKB pimpinan Egianus Kogoya

Hal itu dikatakan Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar Faizal Rahmadan.

“Memang benar kedua pucuk senjata itu sudah di tangan Egianus Kogoya,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar Faizal Rahmadani, dikutip Antara Jumat 22 Juli 2022.

Ia menjelaskan, awalnya kedua pucuk senjata api dirampas dengan membunuh Rumaropen pada 18 Juni lalu oleh AB dan H.

Kedua pelaku itu anggota kelompok Wosa yang merupakan bagian kelompok Kogoya, kemudian dijemput Yotam Bugiangge dan diserahkan ke Kogoya.

“Sudah dipastikan kedua senjata api Polri itu di tangan Egianus Kogoya karena juga digunakan saat kontak tembak dengan aparat keamanan di Kenyam,” kata dia.

Ia menyatakan, kelompok Kogoya yang menyerang hingga menewaskan 10 warga sipil di Nogoloid, Kabupaten Nduga.

Seluruh jenazah korban sudah dievakuasi ke kampung halamannya untuk dimakamkan sedangkan yang luka -luka dirawat di RSUD Timika.

Sebelumnya, awal mula kronologi itu yakni Insiden penyerangan terhadap anggota Brimob di Napua yang berlokasi sekitar lima kilometer dari Wamena berawal saat AKP R ditelepon salah seorang warga (AM) yang meminta tolong agar menembak sapinya yang ada di Napua. 

Atas permintaan itulah kemudian AKP R bersama korban dan seorang anggota yang bertugas mengemudikan kendaraan ke tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu 18 Juni 2022 Berselang beberapa saat kemudian terjadi insiden tersebut.

Dua pucuk senjata api organik Polri milik korban diambil para pelaku yang merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga pimpinan Egianus Kogoya. Kedua senjata tersebut berjenis AK101 dan senjata api jenis SSG08 (sniper).