Sepak Terjang Prof Ilham Oetama, Mantan Ketum IDI yang Dipecat Jokowi dari KKI

Jokowi
Mantan Ketum IDI Prof Ilham Oetama dipecat Jokowi dari Konsil Kedokteran Indonesia. (Foto: Indonesiaraya)

Terkini.id, Jakarta – Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Ilham Oetama Marsis, SpOG, dipecat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Dalam dunia medis, nama Prof Ilham Oetama Marsis cukup dikenal sebagai dokter senior, spesialis kandungan dan kebidanan.

Dilansir dari Detik, Selasa, 29 Oktober 2019, dokter kelahiran Jakarta, 9 Juli 1949 ini menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada usia 25 tahun.

Setelah menyesalikan studinya, ia kemudian mengikuti wajib militer dan bergabung dengan tim elit marinir Angkatan Laut. Prof Ilham sempat mengikuti operasi militer di Timor Timor.

Pada tahun 1976, ia kembali ke Surabaya dan bertugas di RS Dr Ramlan. Usai bertugas di rumah sakit tersebut, Prof Ilham pulang ke Jakarta dan mengabdi di RS KKO Marinir, Cilandak. Sejak saat itu, ia malang melintang praktik di berbagai rumah sakit.

Saat ini Prof Ilham Oetama aktif sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Sebelumnya diberitakan, Prof Ilham menggugat Jokowi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, namun kalah.

Kasus bermula saat Jokowi mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2018 tentang Pemberhentian Anggota Konsil Kedokteran Indonesia.

Dalam surat itu, Jokowi memberhentikan dengan hormat Prof Ilham dari jabatan anggota Konsil Kedokteran Indonesia periode 2014-2019 selaku wakil dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Atas keputusan itu, Prof Ilham tidak terima dan mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Pada 22 November 2018, PTUN Jakarta membatalkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2018 itu.

Menanggapi keputusan PTUN, Jokowi lantas tak terima dan mengajukan banding. Akhirnya, pada 9 Mei 2019 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta membalikkan keadaan.

Pimpinan sidang yang saat itu diketuai Sugiya dengan anggota Nurnaeni Manurung dan Ketut Rasmen Suta menolak gugatan Prof Ilham Oetama.

“Menolak kasasi,” demikian dilansir dari website MA, Senin, 28 Oktober 2019.

Perkara Nomor 481 K/TUN/2019 itu diketok oleh ketua majelis Yulius, dengan anggota Hary Djatmiko dan Yosran.

Putusan itu diucapkan dalam sidang tertutup pada 14 Oktober 2019. MA tidak menjelaskan alasan memenangkan Presiden melawan Prof Ilham Oetama.

Berita Terkait
Komentar
Terkini