Terkini.id – Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsuddin Karlos terjun langsung meninjau lokasi penutupan jalan rumah penghafal Alquran Nurul Jihad yang berada di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Aksi penutupan akses masuk tersebut diduga dilakukan seorang anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi PAN, Amiruddin, bersama keluarganya. Persoalan ini menjadi viral di media sosial.
Syamsuddin Karlos yang juga Bendahara DPW PAN Sulsel mengungkapkan, setelah ditinjau di lokasi tersebut, penutupan akses masuk rumah penghafal Alquran Nurul Jihad ternyata bukan jalan satu-satunya.
“Saya sudah lihat langsung di lokasi, ternyata rumah itu ada dua akses jalan, yaitu jalan di depan dan di belakang rumah. Yang ditutup itu jalan yang di belakang,” kata Syamsuddin Karlos melalui sambungan telepon, Sabtu 24 Juli 2021.
Rumah penghafal Alquran Nurul Jihad dan rumah Amiruddin, menurut Karlos, sebenarnya berbeda kompleks. Selain itu rumah penghafal Alquran tersebut tidak melaksanakan kegiatan baca Alquraan melainkan dilakukan di Mushola dekat rumah tersebut.
“Jadi rumah tahfidz sebenarnya punya jalan utama di depan rumah. Hanya saja kalau penghuni rumah itu lewat depan agak jauh ke Mushola kira-kira jaraknya sekitar 130 meter. Kalau lewat belakang kira-kira jaraknya sekitar 100 meter, jadi perbedaannya hanya selisih kurang lebih 30 meter, beda-beda tipis ji sebenarnya,” umbar Mantan Anggota DPRD Jeneponto ini.
Penutupan akses jalan belakang rumah tahfidz tersebut karena dianggap mengganggu warga kompleks yang ditempat Amiruddin.
“Itu kan beda kompleks, akses jalan ditutup mungkin karena warga di situ agak terganggu karena orang lalu-lalang, penghuni rumah tahfidz kan bisa lewat depan jalan kompleksnya,” ujarnya.
Selain itu, Karlos juga mengklarifikasi bahwa Amiruddin sama sekali tidak keberatan dengan adanya aktivitas baca Alquraan yang dilakukan oleh penghuni rumah penghafal Alquran itu.
“Pak RW juga yang muncul di media TV yang menyebut pak Amiruddin tidak senang dengan adanya suara mengaji, itu salah dan Pak RW sudah minta maaf,” ungkapnya.
Meskipun demikian, namun jalan tersebut tetap dibuka untuk akses penghuni rumah tahfidz Alquran.
Sebelumnya, ramai dikabarkan sejumlah hafiz dan hafizah Al Qur’an Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad, Kompleks IDI Pettarani, Jalan Bumi Karsa Blok GA 9 Nomor 2, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, mendapat mengalami intimidasi dan kekerasan dari tetangga mereka.
Mirisnya, pelaku diduga anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Amiruddin, bersama keluarganya. Bahkan, belakangan oknum tersebut juga membangun pagar tembok yang menutup akses masuk ke rumah Tahfiz tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
