Siap-siap, Antang dan Sekitarnya Bakal Lebih Berasap Selama 2 Hari

Petugas melakukan pemadaman api di TPA Manggala, Antang.
Petugas melakukan pemadaman api di TPA Manggala, Antang.

Pemadaman yang dilakukan lebih massif oleh Manggala Agni, Damkar hingga Kepolisian membuat asap lebih tebal.

Terkini.id, Makassar – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Andi Iskandar mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya mengendalikan kualitas udara buruk akibat kebakaran TPA Tamangapa, Antang, Makassar.

Menurut Iskandar, pemerintah provinsi telah memasang alat untuk pengujian kualitas udara disekitar lokasi kebakaran

“Jadi tadi malam DLH Provinsi sudah memasang alat pengujian kualitas udara disini dan hasilnya bisa diketahui setelah 24 jam kemudian,” kata Iskandar.

Setelah itu, Iskandar mengatakan, hasil pengujian udara akan diuji kembali di laboratorium untuk memastikan kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran dan Kota Makassar.

Selain itu, ia juga memastikan penyelesaian kebakaran TPA tidak memakan waktu yang lama pasalnya berbagai pihak telah turut membantu menangangi

“Tidak sampai 5 bulan kita selesaikan, apalagi sudah ada beberapa pihak terkait juga turun melakukan bantuan pemadaman, seperti ada dari kepolisian membawa mobil water cannon dan manggala Agni,” jelasnya.

Dari hasil rapat, kata Iskandar, pihak Manggala Agni akan memadamkan api dari bagian bawah tumpukan sampah kemudian diperkirakan akan menimbulkan asap yang lebih banyak.

“Manggala Agni punya alat khusus untuk menembak langsung titik api dan jikalau berhasil memadamkam akan lebih banyak asap yang akan timbul lagi,” pungkasnya

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa memakai masker, apalagi asap dari TPA tidak menentu tergantung dari arah angin, bahkan dampak asapnya bisa sampai hingga ke Kota.

Senada dengan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Sekretariat Pemerintah Kota Makassar M Sabri mengatakan berdasarkan laporan terakhir, camat, lurah dan seluruh SKPD turun langsung memberikan masker yang beraktifitas di area Manggala, Tamalanrea, Panakukanng dan Biringkanaya.

“Selain itu, damkar telah melakukan metode nosel tanam milik manggala agni dengan bantuan armada damkar,” kata dia.

Ia mengatakan akibat dari pemadaman maka bakal menimbulkan asap dengan kepulan yang lebih banyak selama lebih dari 2 hari.

“Dua hari kedepan akan lebih besar karena digunakan metode itu,” ungkapnya.

Ia pun berharap masyarakat mau mengungsi untuk sementara waktu lantaran pada peristiwa banjir sebelumnya masyarakat tidak mau pindah sebab takut kehilangan harta benda.

“Pengamanan barang-barangnya, sekarang kita harus berikan jaminan. Kalau seandainya dilakukan pengunsian, tetapi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, saat ini, seluruh armada seluruh armada dibawa ke TPA Antang. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga untuk mencari jalan alternatif.

“Kalau ada jalan alternatif jangan dulu melewati jalan itu, karena akan macet,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini