Semuanya secara tanpa malu-malu dan di hadapan kasat mata merusak lingkungan. Kendaraan listrik atas nama “green energy” hanya cover up kerakusan dan pengrusakan lingkungan yang nyata.
Isu lain yang masih mengganggu ketenangan hidup sebagai seorang Muslim dan seorang manusia adalah berbagai ketidak adilan dan perlakuan semena-mena (kezholiman) kepada sebagian manusia lainnya.
Dan secara kebetulan mayoritas yang mendapatkan perlakuan tidak adil dan zholim adalah mereka yang beragama Islam.
Isu Palestina tak kunjung selesai, bahkan semakin suram. Kasus Rohingyah, Uighur, Kashmir, Yaman, dan lain-lain juga masih menyedihkan.
Yang paling parah adalah pemerkosaan hak-hak di hadapan mata di siang bolong serta perlakuan biadab dan zholim kepada masyarakat Muslim di India.
Dan lebih menyedihkan lagi, demi kepentingan ekonomi pemimpin dunia Islam berangkulan dengan pemimpin radikal India, Modi.
Berbagai isu dan permasalahan dunia di atas akan menjadi sorotan dan perdebatan NATO (No Action Talk Only) bagi pemimpin dunia di New York pekan ini.
Tentu harapan kita, Indonesia sebagai negara besar, penduduk keempat terbesar dunia, demokrasi terbesar ketiga, dengan potensi ekonomi dan posisi strategi yang menentukan, harus menjadi pemain global yang menentukan warna dan arah dunia.
Secara khusus Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia harus ikut menentukan arah dan menyelamatkan dunia dari ambang keambrukannya.
Lebih khusus lagi, isu-isu yang menimpa minoritas Muslim di berbagai belahan dunia harus menjadi bagian dari tanggung jawab bangsa ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
